Jayapura, Papua Terbit,- Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Jayapura menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk mewujudkan atlet menembak yang berprestasi.
Dalam raker ini merumuskan semua program dari 12 klub masing masing bidang dan sebagai ajang silaturahmi untuk peserta yang baru bergabung.
Ketua Pengcab Perbakin Kota Jayapura, Yusuf Mangesu, ST, mengatakan Raker ini merupakan tindak lanjut pasca pelantikan kepengurusan baru pada September 2025. Forum tersebut membahas program jangka panjang selama empat tahun kedepan dalam pembinaan atlet menembak dan menggelar event selama 2026.
“Ya jangka panjang, raker ini fokus menyusun program pembinaan selama empat tahun. Untuk jangka pendek tahun berjalan 2026 kita bikin perlombaan nembak antar klub dan juga mengenalkan olahraga menembak di sekolah-sekolah, itu tetap berlanjut,dari kejuaraan itulah kita bisa menjaring bibit-bibit atlet potensial,” ujarnya.
Menurut Yusuf, kepengurusan saat ini lebih fokus pada pembinaan atlet asli Papua untuk mengikut kejuaraan pon 2028. khususnya dari Kota Jayapura, agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
"Atlet pon sudah ada sih, sisa kita lihat progresnya saja untuk perlombaan-perlombaan ini. Jadi kita lihat atletnya apakah grafiknya kekuatan naik turun,kami berharap ada satu atau dua atlet Kota Jayapura yang bisa mewakili Papua di PON 2028
Menurutnya, peserta 12 Klub Siap Gelar Lomba Bergilir saat ini terdapat 12 klub menembak aktif di Kota Jayapura. Dalam Raker, disepakati pola penyelenggaraan lomba secara bergilir, di mana tiga hingga empat klub akan berkolaborasi menggelar event setiap dua sampai tiga bulan.
“Tahun lalu sudah mulai berjalan, dan tahun ini kami menargetkan minimal tiga event besar. Dari situ kami bisa melihat grafik prestasi atlet, siapa yang konsisten meraih podium, itu yang akan diprioritaskan dalam pembinaan,” katanya.
Sehingga, Tutur Yusuf, bahwa Perbakin Kota Jayapura juga memprioritaskan pengembangan nomor PCP (Pre-Charged Pneumatic) atau senapan angin, karena nomor ini banyak dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Setiap lomba yang kami gelar difokuskan pada PCP, tidak menggunakan senjata api. Selain lebih aman, biayanya lebih terjangkau. Peluru relatif murah dan pengisian angin disediakan gratis di lapangan,” ungkap Yusuf.
Ia menambahkan, kejuaraan khusus PCP tahun lalu bahkan diikuti hingga 99 peserta, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap cabang olahraga menembak.
Ia menjelaskan untuk Latihan Terbuka untuk Umum dan biaya peluru harganya 50 butir peluru,
perbakin rutin menggelar latihan bersama setiap hari Sabtu di Lapangan Tembak Perbakin Youtefa, mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIT.
“Kegiatan ini terbuka untuk umum dan kami publikasikan melalui media sosial. Biayanya terjangkau, 50 butir peluru Rp50 ribu dan senapan disiapkan gratis. Ini bagian dari upaya kami menghilangkan anggapan bahwa olahraga menembak itu mahal,” jelasnya.
Untuk sosialisasi program Perbakin bakal di lakukan ke sekolah untuk memperkenalkan olahraga menembak yang di rencanakan segera berjalan di tahun 2026.
"Meski belum resmi dilaksanakan, sejumlah pelajar sudah terlibat dalam latihan dan kejuaraan.ada beberapa siswa dari sekolah di Jayapura sudah ikut latihan dan lomba,"ucapnya
Ia menambahkan melalui program pembinaan terstruktur ini, Perbakin Kota Jayapura optimistis dapat melahirkan atlet-atlet menembak berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.(Epen Ketaren)






0 Komentar