Jayapura, Papua Terbit,- Jemaat Gereja Protestan Indonesia Papua (GPI) Elim Abepura melakukan pawai obor sekaligus ibadah paskah, Kegiatan yang berlangsung di halaman gereja, Minggu(5/4/26)
Memasuki dini hari sekitar pukul 03.00 WIT, ribuan jemaat mengikuti pawai obor Paskah. Jemaat berjalan dari kawasan gereja menuju lampu merah depan brimob Kotaraja sambil melantunkan puji-pujian dengan penuh sukacita.
Suasana Pawai obor dari gereja Elim juga dilakukan oleh sejumlah gereja lain di wilayah Abepura dengan kebersamaan menciptakan suasana umat Kristen dalam menyambut kebangkitan Kristus.
Salah satu jemaat, Salmon Hiariej mengungkapkan rasa syukurnya atas perayaan paskah sebagai momentum pengingat akan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib yang mengajarkan kerendahan hati dan ketulusan bagi setiap orang percaya.
"Hari ini kita pawai obor bersama jemaat Elim sebagai bentuk sukacita mulai dari pengorbanan Yesus di Kayu Salib untuk menebus dosa manusia dan sebagai bukti kebangkitan Yesus Kristus atas maut yang di di peringati sebagai paskah,"ujarnya
Lanjutnya, kebangkitan Kristus menjadi dasar pembaruan hidup manusia bagi orang yang percaya dengan meninggalkan kehidupan yang lama.
Usai pawai obor, para jemaat melakukan Ibadah Paskah yang dipimpin oleh Vero Balubun. Pembacaan Alkitab diambil dari Yohanes 20:1–10, yang mengisahkan perjumpaan Maria dengan Yesus setelah kebangkitan.
Dalam khotbahnya, Pendeta Vero menegaskan bahwa perjumpaan Maria dengan Yesus mengubah kesedihan dan ketakutan menjadi kekuatan untuk bersaksi. Ia menyampaikan bahwa kuasa kebangkitan Kristus mampu mengubah arah hidup manusia, memberi keberanian menjalankan misi, serta membawa pembaruan sejati.
Kuasa kebangkitan membarui kemanusiaan kita, dari manusia lama yang dipenuhi egoisme, kebencian, dan ketidakpedulian, menjadi manusia baru yang memancarkan kasih, menghargai sesama, dan memuliakan seluruh ciptaan.
Perayaan Paskah di GPI Elim Abepura tahun ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus penguatan spiritual bagi jemaat untuk hidup dalam nilai-nilai kasih dan pembaruan sebagaimana makna kebangkitan Kristus.
Ia menambahkan, rangkaian berbagai kegiatan menyongsong fajar paskah turut mewarnai malam penyegaran iman tersebut, mulai dari puji-pujian oleh wadah pelayanan, cerdas cermat Alkitab, praise and worship, hingga fragmen penyaliban yang diperankan oleh pemuda gereja. Suasana kebersamaan juga semakin terasa melalui kegiatan jalan obor dan tradisi pencarian telur Paskah.(Epen)






0 Komentar