Jayapura, Papua Terbit,-Hamparan laut dan kawasan pesisir Pulau Kosong, Kota Jayapura, menjadi ruang hadirnya dakwah kemanusiaan yang diwujudkan melalui aksi nyata pelayanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan kepedulian lingkungan. Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Papua menggelar rangkaian Milad Aisyiyah ke-109 dengan melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga, Sabtu (09/05/2026).
Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Milad Aisyiyah tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi diarahkan sebagai gerakan sosial yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemilihan Pulau Kosong sebagai lokasi kegiatan juga menjadi simbol komitmen Aisyiyah Papua untuk memperluas dakwah kemanusiaan hingga ke wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian dalam aspek kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan penguatan sosial masyarakat.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua, Attira Maddu, menegaskan bahwa dakwah Aisyiyah selama ini tidak berhenti pada ceramah atau penyampaian pesan keagamaan semata, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Dakwah Aisyiyah bukan sekadar teori atau retorika, melainkan dakwah bil hal yang diwujudkan melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Attira, Aisyiyah hadir sebagai gerakan perempuan berkemajuan yang terus berupaya membawa manfaat, kecerdasan, dan akhlak mulia di tengah masyarakat.
“Kami berharap warga Pulau Kosong dapat merasakan sentuhan dakwah kemanusiaan yang selama ini telah dilakukan Aisyiyah di berbagai tempat dan daerah lainnya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, berbagai program sosial dilaksanakan dengan melibatkan lintas lembaga dan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan gratis, aksi pembersihan lingkungan laut, edukasi mitigasi bencana, hingga sosialisasi literasi keuangan kepada masyarakat pesisir.
Bagi Aisyiyah Papua, persoalan lingkungan menjadi salah satu fokus penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang nyaman, aman, dan damai.
“Salah satu fokus Aisyiyah adalah mendorong seluruh warga Pulau Kosong untuk menjaga dan menciptakan budaya hidup bersih agar nantinya menghadirkan rasa nyaman, aman, dan damai dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Attira menegaskan kegiatan Milad di Pulau Kosong diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin kegiatan milad tidak hanya bersifat seremonial tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pulau Kosong,” ungkapnya.
Selain pelayanan sosial, Pulau Kosong juga menjadi salah satu wilayah pembinaan Aisyiyah Papua melalui kegiatan pengajian dan pembinaan baca tulis Al-Qur’an. Program tersebut diharapkan dapat berjalan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat pesisir.
“Pulau Kosong ini merupakan daerah pembinaan Aisyiyah Papua, adanya pengajian kemudian baca tulis Al-Qur’an yang semoga Insya Allah menjadi rutinitas dari program Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua,” jelasnya.
Ke depan, PWA Papua juga berupaya memperkuat sektor pendidikan masyarakat dengan harapan dapat menghadirkan lembaga pendidikan seperti TK-PAUD dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Pulau Kosong.
“Kami berharap dakwah kemanusiaan ini terus berlanjut melalui pendampingan dan pembinaan masyarakat di berbagai bidang layanan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Milad Aisyiyah ke-109, Desvita, menyampaikan bahwa tema Milad tahun ini menegaskan komitmen Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang hadir melalui aksi nyata kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Milad Aisyiyah 120 Hijriah atau 109 Masehi mengusung tema memperkokoh dakwah kemanusiaan untuk mewujudkan perdamaian. Makna yang terkandung di dalam tema tersebut adalah bahwa Aisyiyah terus hadir sebagai gerakan perempuan Islam yang tidak hanya berdakwah melalui lisan tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, implementasi tema tersebut diwujudkan secara langsung melalui pelayanan sosial dan kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan bersama masyarakat Pulau Kosong.
“Kegiatan yang dilakukan di Pulau Kosong pada tanggal 9 Mei 2026 menjadi bukti bahwa dakwah kemanusiaan diwujudkan melalui pelayanan kesehatan, kepedulian lingkungan, adanya pembersihan sampah di laut yang bekerja sama dengan Polisi Air Polda Papua, pelayanan kesehatan gratis, pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Baznas Provinsi Papua, edukasi kebencanaan melalui sosialisasi yang dilakukan oleh BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Papua dan peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui sosialisasi cinta bangga dan paham rupiah oleh Bank Indonesia,” ungkapnya, senada dengan Attira.
Desvita menjelaskan bahwa pemilihan Pulau Kosong juga didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap penguatan layanan kesehatan, edukasi, dan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Pulau Kosong dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian bersama dalam aspek kesehatan, lingkungan, edukasi, dan penguatan masyarakat,” ujar Desvita.
Menurut panitia, Pulau Kosong dihuni sekitar 150 kepala keluarga dengan jumlah warga kurang lebih 700 orang. Hampir seluruh masyarakat terlibat dalam rangkaian kegiatan Milad Aisyiyah ke-109, baik dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan sosialisasi.
Pelaksanaan Milad Aisyiyah ke-109 juga memperlihatkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, warga ikut terlibat sebagai peserta maupun mitra pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Masyarakat setempat terlibat secara aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan baik sebagai peserta maupun mitra pelaksanaan kegiatan di lapangan. Jadi kegiatan semarak milad di Pulau Kosong dari persiapan, dari tenda, perlengkapan maupun konsumsi Alhamdulillah terjalin kerja sama yang baik antara Aisyiyah Papua dan warga Pulau Kosong,” ujarnya.
Warga juga mengikuti pemeriksaan kesehatan, berpartisipasi dalam aksi pembersihan sampah di lingkungan laut, serta menghadiri sosialisasi mitigasi bencana dan edukasi rupiah. Keterlibatan tersebut menunjukkan semangat gotong royong yang dibangun bersama antara organisasi masyarakat, pemerintah, aparat, dan warga setempat.
“Keterlibatan masyarakat ini menunjukkan semangat kebersamaan dan gotong royong antara Aisyiyah, pemerintah, aparat dan warga dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sehat, aman dan harmonis,” tutupnya.(Redaksi)

0 Komentar