Jayapura, Papua Terbit,-Pemerintah Kota Jayapura menggelar Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kota Jayapura Tahun 2026 di Hotel Horison Ultimate Jayapura, Kamis (23/7).

Peringatan tersebut  dengan melibatkan 658 anak dari berbagai jenjang pendidikan dengan mengangkat tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” serta subtema “Sekolahku Seru, Mimpiku Melaju, Aman di Sekolah” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Jayapura.

Bunda Paud Kota Jayapura, Nerlince Wamuar mengajak seluruh orang tua untuk menyekolahkan anak sejak usia dini melalui pendidikan PAUD maupun Taman Kanak-kanak (TK).

Nerlince mengatakan, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, jumlah anak usia prasekolah di Kota Jayapura mencapai lebih dari 3.000 anak. Sementara itu, terdapat lebih dari 100 satuan pendidikan PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK) yang siap menampung anak-anak usia dini.

Menurutnya, usia prasekolah merupakan masa yang sangat penting dalam membentuk kemampuan dasar anak. Pada fase tersebut, anak mulai belajar bersosialisasi, mengenal lingkungan, serta mengembangkan keterampilan dasar seperti memegang pensil dan belajar menulis.

"Jangan anggap remeh usia dini. Ini adalah masa ketika anak mulai belajar bersama teman-temannya dan membangun kemampuan dasar untuk jenjang pendidikan berikutnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Selain itu, kegiatan ini juga mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat gerakan perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak-anak,” kata Rocky dalam laporannya.

Ia menjelaskan, sebanyak 658 peserta yang mengikuti kegiatan terdiri atas 450 anak PAUD, 50 siswa SD, 50 siswa SMP, 50 siswa SMA/SMK, 20 anak Sekolah Rakyat, 32 peserta dari PKBM, dan enam peserta dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh anak.

“Jangan sampai ada kekerasan, intimidasi, ataupun tindakan yang membuat anak takut datang ke sekolah. Anak-anak harus diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, berkreasi, dan mengembangkan jati dirinya,” ujar Rustan.

Ia mengajak seluruh anak untuk terus belajar, berani bermimpi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar menjadi generasi penerus yang membanggakan Kota Jayapura.

Menurut Rustan, Pemerintah Kota Jayapura memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan pendidikan. Salah satunya melalui program bantuan seragam batik dan seragam olahraga bagi peserta didik baru mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK negeri.(Epen)