Reses di Hamadi, Herlin Beatrix Monim Tampung Keluhan Warga soal Pelayanan Kesehatan

 


Jayapura, Papua Terbit,-Wakil Ketua I DPR Papua dari Fraksi Partai NasDem, Herlin Beatrix Monim, SE., MM., melaksanakan reses di dapilnya Kelurahan Hamadi, Jalan Kang kung, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Kamis (27/8). 

Dalam kegiatan tersebut, Herlin menyerahkan bantuan sembako kepada warga sekaligus menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait kondisi pembangunan dan pelayanan publik di Papua.

Herlin mengatakan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPR Papua untuk turun langsung menemui masyarakat dan mendengarkan berbagai persoalan yang mereka hadapi.

“Reses bukan sekadar datang bertemu masyarakat, tetapi bagaimana kita mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka. Aspirasi yang disampaikan masyarakat harus kita respons dan perjuangkan,” ujarnya.



Ia menegaskan, aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Setiap masukan dan kebutuhan yang disampaikan warga akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah.

Menurut Herlin, masyarakat Hamadi dalam reses tersebut menyampaikan sejumlah aspirasi, termasuk apresiasi terhadap kerja-kerja anggota DPR dari Partai NasDem di tingkat provinsi dan kota. 

“Tentu hari ini kita kembali lagi datang mendengarkan aspirasi, berjumpa dengan masyarakat untuk melaksanakan reses. Kita ingin mendengar kembali bagaimana seluruh program pembangunan dirasakan oleh masyarakat, secara khusus di Kelurahan Hamadi,” katanya.

Ia menyebutkan, terdapat beberapa aspirasi yang disampaikan secara langsung oleh masyarakat dan akan menjadi perhatian DPR Papua untuk diperjuangkan.

Herlin juga menyoroti belum terakomodasinya sejumlah aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui anggota dewan dalam APBD Pemerintah Provinsi Papua selama beberapa tahun terakhir.

“Harapan kami ke depan, apa yang menjadi aspirasi yang kita perjuangkan bisa ada yang terjawab, sehingga kita tidak turun hanya sekadar menerima aspirasi, tetapi bagaimana kita bisa menindaklanjutinya dan memperjuangkannya sampai terjawab sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi rakyat,” tegasnya.

Dalam reses tersebut, masyarakat juga menyampaikan pandangan mengenai berbagai perkembangan di Provinsi Papua, termasuk program-program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memberikan sejumlah masukkan terhadap pemerintah.

Herlin mengatakan, seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan dalam rapat-rapat DPR Papua.

Kegiatan reses di Kelurahan Hamadi ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog antara masyarakat dan pimpinan DPR Papua, sekaligus memperkuat komunikasi dalam mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Namun, salah satu aspirasi yang dinilai cukup mendesak adalah keluhan masyarakat terkait adanya pasien yang disebut ditolak saat datang ke rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Herlin menilai persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus mengutamakan aspek kemanusiaan dan keselamatan pasien.

“Pelayanan kesehatan itu lebih utama, nyawa manusia lebih diutamakan, baru kemudian dibicarakan terkait administrasi. Jangan mengutamakan administrasi lebih daripada nyawa manusia,” tegas Herlin.

Ia meminta agar peningkatan kualitas pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit terus dilakukan, termasuk melalui penataan manajemen pelayanan yang lebih baik.

Herlin berharap tidak ada lagi masyarakat yang mengalami penolakan ketika membutuhkan pertolongan medis, baik di Puskesmas maupun rumah sakit, termasuk RSUD Jayapura sebagai salah satu rumah sakit rujukan.

“Kalau sampai hari ini di tengah Kota Jayapura saja kita melihat ada pasien, ada keluarga yang ditolak, itu kan satu kejadian yang cukup memprihatinkan. Padahal di sini tersedia fasilitas rumah sakit yang dekat, Puskesmas yang dekat, tetapi masih ada penolakan. Ini hal yang tidak dibenarkan,” ujarnya.

Ia menekankan, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan. Karena itu, penanganan awal harus diberikan terlebih dahulu sebelum persoalan administrasi dibicarakan.

“Apalagi ketika pasien yang datang pasti dalam keadaan sakit. Entah dia butuh penanganan segera, pertolongan pertama itu harus dilakukan. Tangani dulu pasien, jangan menolak. Setelah itu baru dibicarakan terkait administrasi. Yang penting nyawa manusia ini harus diselamatkan,” katanya.

Herlin berharap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses tersebut dapat ditindaklanjuti dan menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pengelola fasilitas kesehatan.

“Kita berharap tidak ada lagi penolakan yang terjadi, baik di Puskesmas sampai di rumah sakit. Karena tugas utama rumah sakit itu melayani. Melayani menjadi bagian terpenting,” pungkasnya.(YL)

Posting Komentar

0 Komentar