Jayapura, Papua Terbit, - Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., melalui Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Pegunungan Papua. Berdasarkan pemantauan selama dua tahun terakhir, jumlah anggota KKB justru bertambah, bukan Berkurang.
“Saya ikuti dari tahun 2024 hingga 2025, KKB di pegunungan ini tidak berkurang, tapi bertambah. Ini yang harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Yusuf.
Ia menyebut, salah satu faktor penyebab bertambahnya kekuatan KKB adalah masifnya perekrutan anak muda Papua. Dari data intelijen dan pengakuan sejumlah anggota KKB yang ditangkap, hampir 100% anak muda di Kabupaten Yahukimo direkrut menjadi anggota KKB.
“Mereka menyasar anak-anak muda yang putus sekolah dan tidak punya pekerjaan. Ini yang harus kita putus mata Rantainya,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat, terutama orang tua dan tokoh adat, untuk membuka pikiran dan tidak mudah terprovokasi. Faizal meminta masyarakat mempertanyakan secara kritis apa yang sebenarnya sudah diberikan KKB kepada rakyat Papua.
“Coba dipikir, apa sih yang sudah diberikan kelompok kriminal bersenjata kepada masyarakat Papua? Paling cuma teror, ancaman, kekerasan, pembunuhan, dan pemerasan. Mereka kerap meminta sumbangan atau sejumlah uang kepada kepala desa, kepala daerah, bahkan pengusaha. Ada yang lewat surat resmi meminta ratusan juta Rupiah,”paparnya.
Yusuf menegaskan bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah memberikan banyak hal untuk kesejahteraan rakyat Papua. Di bidang pendidikan, negara telah membangun fasilitas sekolah lengkap dengan guru-guru yang Mengajar.
“Gunanya apa? Agar rakyat Papua bisa menjadi pintar. Banyak contoh anak-anak Papua yang sudah berhasil menjadi menteri, pilot, guru yang mengajar di Papua. Ini bukti negara Hadir,”ujarnya.
Di sektor kesehatan, pemerintah juga terus membangun dan mengupgrade rumah sakit, menambah puskesmas, serta posyandu di berbagai daerah. Program “Ko Harus Sehat” yang digencarkan Pemprov Papua pun terus memperkuat layanan kesehatan Dasar.
“Fasilitas kesehatan ini fungsinya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Papua agar lebih sehat, lebih produktif, dan bisa bekerja dengan baik. Ini yang harus Dipahami,”jelasnya.
Yusuf menegaskan bahwa Satgas Damai Cartenz 2026 tidak akan ragu memberikan tindakan tegas dan terukur kepada KKB yang mengganggu keamanan Masyarakat.
“Mereka mau dapat senjata dari mana saja, rampasan dari mana saja. Kalau mereka tetap melawan hukum, kita berikan tindakan tegas. Tidak ada kompromi dengan pelaku kekerasan terhadap Rakyat,”tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat Papua, khususnya di wilayah pegunungan, untuk tidak tergoda bergabung dengan KKB. Ia meminta orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dan memastikan mereka tetap bersekolah atau memiliki kegiatan Produktif.
“Jangan sampai anak kita direkrut untuk melakukan kekerasan yang justru merugikan masa depan mereka sendiri. Negara sudah beri jalan, tinggal dimanfaatkan dengan Baik,”ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah distrik untuk mencegah penyebaran pengaruh KKB.
“Sinergi dan komunikasi akan membantu kita memahami situasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Kita tidak bisa bekerja sendiri,”pungkas Yusuf.(*)

0 Komentar