Pemkot Jayapura Mulai Assessment Seleksi Tiga Jabatan Strategis

 


Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kota Jayapura mulai melaksanakan tahapan assessment seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2026 untuk mengisi tiga jabatan strategis di lingkungan Pemkot Jayapura, Senin (28/9/2026).

Tiga jabatan yang akan diisi melalui seleksi terbuka tersebut yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop), serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, mengatakan assessment dilakukan untuk mendapatkan aparatur yang memiliki kapasitas, integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pada jabatan pimpinan tinggi pratama.

"Sebanyak 14 pelamar mengikuti proses seleksi yang selanjutnya akan dinilai oleh tim seleksi yang telah dibentuk," kata Rustan.

Menurutnya, proses assessment tidak hanya melihat kemampuan teknis peserta, tetapi juga karakter, integritas, kapasitas kepemimpinan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Rustan menjelaskan, Disdukcapil memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat. Perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut pelayanan yang cepat, mudah, transparan dan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan dan kampung.

Pelayanan administrasi kependudukan tersebut meliputi dokumen seperti KTP, KK, akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya.

Ia berharap pimpinan Disdukcapil yang terpilih dapat memperkuat sistem pelayanan, memperluas akses pelayanan serta mencegah terjadinya praktik pungutan liar.

Sementara itu, Disperindagkop memiliki peran dalam mendukung perekonomian daerah, khususnya melalui pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, pengendalian inflasi, stabilisasi harga bahan pokok dan pengelolaan Pasar Youtefa.

"Kalau dinas ini betul-betul menjadi dinas yang profesional, bisa mengangkat harkat ekonomi kota melalui UMKM kita agar bisa naik kelas, menjaga inflasi daerah, menstabilkan harga bahan pokok, serta menjaga pasar dengan baik," ujarnya.

Rustan mengatakan, pimpinan Disperindagkop nantinya membutuhkan kemampuan manajerial untuk mengelola sektor perdagangan dan perekonomian daerah.

Sedangkan untuk BPBD, ia menekankan pentingnya kemampuan respons cepat dalam menghadapi potensi bencana. Kondisi geografis Kota Jayapura yang memiliki kawasan pegunungan, lembah serta sejumlah wilayah rawan banjir dan longsor membutuhkan sistem penanggulangan bencana yang cepat dan terkoordinasi.

"Pimpinan BPBD ke depan dituntut memiliki kesiapsiagaan tinggi dan mampu merespons kondisi darurat selama 24 jam," katanya.

Rustan juga meminta tim seleksi menjalankan proses assessment secara profesional, objektif, transparan dan akuntabel.

Ia menegaskan seluruh peserta harus dinilai berdasarkan kapasitas dan kompetensinya tanpa melihat latar belakang masing-masing peserta.

"Kepada tim seleksi agar bekerja secara profesional, objektif dan akuntabel. Tidak memandang siapa dia, tetapi betul-betul menilai secara terbuka, benar dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Rustan berharap proses seleksi menghasilkan pejabat yang kredibel, berintegritas dan profesional sehingga mampu mendukung pelaksanaan program kerja Pemerintah Kota Jayapura serta mewujudkan visi dan misi kepala daerah.

Ia menambahkan, loyalitas dalam menjalankan tugas pemerintahan harus berjalan bersama integritas, profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan.

Dengan proses seleksi berbasis kompetensi, Pemkot Jayapura berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik pada masing-masing OPD.(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar