Ferdinand Hanuebi Tampung Aspirasi Warga Nafri dan Abe Pantai, dalam Reses Tahap II 2026

 

Foto bersama Ferdinand Hanuebi bersama Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura Metheys Sibi dan warga Nafri

 Jayapura,Papua Terbit,- Wakil Ketua III DPR Kota Jayapura, Ferdinand Hanuebi, S.E., menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses tahap II tahun 2026 di Daerah Pengangkatan (seru) II, yang meliputi Kampung Nafri, Holtekam dan Koya Koso, Kota Jayapura, Selasa (23/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sampah di Teluk Youtefa, bantuan bibit ikan, keamanan kampung, lampu jalan, pengembangan budidaya ikan air tawar menggunakan kolam terpal, air bersih, pendidikan, hingga kebutuhan nelayan akan tempat berjualan ikan yang layak di pasar.

Reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan usulan secara langsung kepada wakil rakyat. Aspirasi yang dihimpun mencakup bidang infrastruktur, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Saat mengunjungi Kampung Nafri, Ferdinand didampingi Kepala Dinas Perikanan Kota Jayapura, Metheys Sibi. 

Ferdinand mengatakan, reses merupakan agenda anggota DPR Kota Jayapura untuk bertemu langsung dengan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing guna mendengarkan persoalan yang dihadapi warga sekaligus menghimpun usulan pembangunan.

“Kegiatan reses sudah kami lakukan selama lima hari, sejak tanggal 19 hingga 23 Oktober 2026. Hari ini menjadi hari terakhir, yang kami lakukan di kampung Nafri dan Abe Pantai. Aspirasi yang paling mendasar berkaitan dengan infrastruktur dan nelayan. Di Nafri maupun Abe Pantai, masyarakat juga berprofesi sebagai nelayan,” ujarnya.

Foto bersama Ferdinand Hanuebi bersama Warga Abepantai

Menurut Ferdinand, aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan nelayan dalam menjalankan aktivitas melaut, terutama bantuan peralatan seperti jaring dan perahu.

“Kami sebagai anggota dewan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang disampaikan. Untuk kebutuhan nelayan, kami akan meneruskannya kepada Dinas Perikanan, sedangkan aspirasi mengenai infrastruktur jalan akan kami sampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Kota Jayapura,” katanya.

Tampak Seorang warga Nafri  sedang menyampaikan aspirasi

Selain itu, aspirasi di bidang pendidikan juga akan disampaikan melalui forum kedewanan dan diteruskan kepada dinas terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ferdinand juga menyoroti persoalan nelayan yang belum memiliki tempat berjualan ikan yang layak. Ia mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar nelayan mendapatkan tempat yang memadai untuk menjual hasil tangkapan mereka.

“Kami akan mengusahakan supaya mereka mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan ikan. Harapan kami, usulan-usulan yang disampaikan masyarakat ini dapat terus kami perjuangkan,” ungkapnya.

Ferdinand menjelaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses akan dimasukkan dalam agenda kedewanan dan menjadi catatan dalam pokok-pokok pikiran (pokir) DPR Kota Jayapura.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat perlu dikawal melalui tahapan perencanaan pembangunan, mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat distrik hingga tingkat kota.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua usulan dapat direalisasikan sekaligus karena harus disesuaikan dengan skala prioritas dan kondisi anggaran daerah.

“Kami harus memberikan gambaran kepada masyarakat apabila ada aspirasi yang belum terealisasi. Dengan kondisi efisiensi anggaran, tentu ada usulan yang diprioritaskan dan ada yang harus menunggu,” jelasnya.

Ia berharap, tindak lanjut berbagai usulan masyarakat dapat dilakukan melalui kerja sama antara DPR Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura, dan dinas-dinas terkait.

“Tanpa kerja sama dengan pihak lain, tidak mungkin semua ini berhasil. Karena itu, dinas terkait, pemerintah kota, dan DPR Kota Jayapura harus bekerja sama untuk menindaklanjuti seluruh usulan yang disampaikan masyarakat,” tutupnya.(YL)

Posting Komentar

0 Komentar