Jayapura, Papua Terbit, - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jayapura menggelar Rapat Konsultasi (Rakon) Tahun 2026, bertempat di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang TP PKK Distrik, 75 orang TP PKK Kelurahan, serta 42 orang TP PKK Kampung. Rakon tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), khususnya dari Sub Direktorat Pembinaan PKK.
Wakil Walikota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, , saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa rapat konsultasi ini sangat penting karena menjadi ruang evaluasi sekaligus perencanaan program PKK ke depan agar sejalan dengan visi dan misi pemerintah.
"Hari ini kita membuka rapat konsultasi Tim Penggerak PKK Kota Jayapura yang dihadiri oleh seluruh PKK tingkat distrik, kelurahan, dan kampung, serta menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri. Ini sangat penting karena menentukan langkah-langkah pencapaian target dan visi misi pemerintah daerah maupun PKK untuk tahun-tahun mendatang,” ujar Rustan.
Ia menjelaskan, rakon ini menjadi momentum evaluasi terhadap program dan kebijakan yang telah dijalankan sebelumnya, untuk melihat mana yang perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau diselesaikan.
"Apakah program itu perlu diteruskan, sudah berjalan dengan baik, atau masih menyisakan persoalan, semuanya dievaluasi di forum ini,” katanya.
Rustan menekankan bahwa seluruh hasil rakon harus diterjemahkan ke dalam 10 Program Pokok PKK dan program kerja masing-masing kelompok kerja (Pokja). Setiap Pokja diwajibkan mencanangkan program yang terukur dan selaras dengan kebijakan pemerintah.
"Program PKK harus dikolaborasikan dengan program nasional, program pemerintah provinsi, dan pemerintah kota, terutama yang berkaitan dengan RPJMD, visi misi kepala daerah, serta Asta Cita Presiden,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan anggaran agar setiap program yang direncanakan benar-benar dapat dilaksanakan dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
"Program harus disiapkan dengan alokasi anggaran yang sesuai. Kalau program ada tapi anggaran tidak ada, tentu tidak bisa berjalan. Karena itu kami minta hasil rakon ini benar-benar sinergi dengan program pemerintah daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menjelaskan bahwa tujuan Rapat Konsultasi PKK se-Kota Jayapura Tahun 2026 adalah untuk menyusun dan merencanakan program kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi riil Gerakan PKK di semua tingkatan.
"Tujuan rakon ini adalah menyusun dan merencanakan program kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi nyata PKK di tingkat kota, distrik, kelurahan, dan kampung, serta mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK yang bermitra dengan pemerintah, BUMN, BUMD, dan stakeholder lainnya,” jelasnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius dan fokus, terutama saat menerima materi dari narasumber Kemendagri, agar program yang dirancang tidak keluar dari kebijakan nasional dan pedoman yang telah ditetapkan.
"Kami berharap semua anggota PKK benar-benar fokus mengikuti materi dari narasumber dari Jakarta, sehingga saat menyusun program nanti tidak menyimpang dan dapat dijalankan secara maksimal,” pungkas Nerlince.(Alex)


0 Komentar