Jayapura, Papua Terbit, - PDAM Jayapura saat ini melayani hampir 41.000 pelanggan yang tersebar di berbagai unit pelayanan di Kota dan Kabupaten Jayapura. Namun, kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya interkoneksi antar-sistem, menyebabkan distribusi air bersih tidak merata.
Direktur PT Air Minum Jayapura, Entis Sutisna menjelaskan bahwa perusahaan mengelola 23 sumber air, dengan 20 titik di Kota Jayapura dan tiga di Kabupaten. "Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi penambahan sumber air baru membuat distribusi terbatas," ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini, kapasitas produksi PDAM hanya 925 liter per detik, yang sudah ada sejak era Belanda dan belum bertambah hingga Kini.
Untuk mengatasi defisit pasokan, PDAM merancang penambahan kapasitas sebesar 200 liter per detik pada 2027. Rencana ini dimulai desainnya sejak 2026, dengan harapan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk memanfaatkan Danau Sentani."Pembangunan pengolahan air, intake, dan pipa distribusi utama akan dibiayai pusat," tambah Entis.
Selain itu di harapkan dukungan dari Pemprov Papua, masyarakat adat Barona Ondoafi, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura untuk sumber air Siboru Gonji. Permohonan bantuan telah disampaikan ke Gubernur Papua, dengan kabar baik bahwa pembangunan diharapkan mulai 2026. Penyelesaian dengan masyarakat adat akan difasilitasi Wali Kota dan PTN Jayapura.
Penambahan ini krusial mengingat pertumbuhan penduduk. "Dengan 200 liter per detik dari Danau Sentani dan 100 liter dari Siboru Gonji, kami bisa menutup defisit, memperpanjang jam pelayanan, dan fokuskan Siboru Gonji ke Jayapura Selatan serta wilayah laut. Masyarakat Jayapura Utara akan mendapat pasokan khusus dari Kota Agung," jelas Entis.
Di sisi lain, PDAM telah menjalin MOU dengan pengembang di Muara Tani. Saat ini, pelanggan baru mencapai 2.500, dengan prediksi hingga 6.000 rumah tangga. "Kapasitas masih ideal, target 1.500 sambungan baru per tahun di perumahan baru," katanya.
Kendati demikian, beberapa perumahan seperti Anugerah masih menunggu karena keterbatasan jaringan distribusi utama yang membutuhkan anggaran besar. "Tahun ini fokus selesaikan jalan protokol, baru 2027 ke Anugerah," pungkasnya.(Alex)

0 Komentar