Pasien Saraf Terjepit Merasa Kesakitan, Otniel Deda Sentil Layanan RS Kemenkes Jayapura

 


Jayapura, Papua Terbit,-Pelayanan di RS Kemenkes Jayapura mendapat Sentil setelah Otniel Deda mengeluhkan penanganan terhadap istrinya, Gladys Nere, yang menderita saraf terjepit dan dinilai mengalami penundaan pelayanan medis,berlangsung di RS Jayapura, Kamis(29/4/26)

Otniel Deda selaku Staff Khusus Gubernur Papua menjelaskan istrinya telah menjalani proses administrasi, pemeriksaan, termasuk MRI, dan dijadwalkan untuk kontrol dua minggu kemudian. Namun, saat kembali ke rumah sakit sesuai jadwal, pelayanan justru ditunda dan jadwal kontrol diubah ke waktu berikutnya karena dokter yang menangani tidak berada di tempat.

"Pasien saraf terjepit dan pasien lainnya itu tidak bisa di tunda," ucapnya

Menurutnya, kondisi pasien saraf terjepit tidak memungkinkan untuk menunggu lama, karena rasa sakit yang dialami membutuhkan penanganan dan keputusan medis secara cepat.

"Pasien ini bukan dalam kondisi sehat meskipun hanya kontrol. Penanganannya tidak bisa ditunda karena berpengaruh pada kondisi fisik dan mental pasien," ujar Otniel.

Otniel Deda di sapa Ode, menilai sistem pelayanan di rumah sakit tersebut perlu dibenahi, terutama dalam hal pengambilan keputusan medis dan kepastian jadwal dokter. Otniel juga menyoroti pentingnya kehadiran dokter sesuai jadwal pelayanan agar pasien tidak dirugikan.

"Dokter itu harus berada di tempat sesuai hari kerjanya dari hari Senin sampai hari Jumat,"harapnya

Selain itu, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan, baik melalui BPJS maupun biaya mandiri, tetap memiliki konsekuensi biaya sehingga masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang maksimal.

Otniel mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat berdampak serius, tidak hanya pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga pada kondisi psikologis yang dapat memperburuk keadaan.

Sebagai tindak lanjut, ia meminta Direktur RS Kemenkes Jayapura untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan, serta memastikan tenaga medis, khususnya dokter, hadir sesuai jadwal. Ia juga berharap pemerintah daerah dapat turut melakukan pengawasan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Papua.

"Kami berharap rumah sakit benar-benar hadir memberikan pelayanan cepat dan tepat bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis," tuturnya

RS Kemenkes Jayapura yang bertaraf Internasional seharusnya dengan fasilitas dan sarana yang lengkap sangat disayangkan pelayanan dokter tidak berada di tempat dari sisi penjadwalan,berdampak pada menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat di kota jayapura(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar