Jayapura, Papua Terbit,- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office 18 Jayapura bersinergi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua meluncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya percepat penurunan angka stunting di Papua,berlangsung di hotel Suni Abepura,Jumat(26/6/26).

Program tersebut diluncurkan melalui kegiatan yang ditandai dengan penabuhan tifa bersama jajaran pemerintah daerah, BRI di Jayapura.BKKBN,

Dalam sambutannya, perwakilan BRI Regional Office 18 Jayapura menyampaikan bahwa sebagai lembaga keuangan yang tumbuh bersama masyarakat, BRI berkomitmen mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia.

"Dukungan BRI dalam Program GENTING merupakan wujud nyata komitmen kami untuk turut berpartisipasi aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting di Papua. Penanganan stunting membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak," ujarnya.

Melalui program tersebut, BRI menyalurkan bantuan di dua wilayah, yakni Jayapura dan Merauke. Di Jayapura, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi keluarga sasaran, intervensi peningkatan gizi melalui dapur sehat di kampung-kampung, serta sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat.

Fahmi menyebutkan di Merauke, bantuan diwujudkan melalui pemberian alat bantu ukur antropometri guna mendukung kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam sambutannya mengatakan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Kita ingin agar kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin baik. Hal itu tidak akan tercapai apabila anak-anak kita masih mengalami stunting. Karena itu, apa yang dilakukan hari ini sangat penting," katanya.

Ratu Ayu menjelaskan, pencegahan stunting paling efektif dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan anak dan terutama pada dua tahun pertama yang menjadi periode sangat krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurutnya, stunting tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan berat badan yang tidak naik, gizi kurang, gizi buruk, hingga akhirnya menjadi stunting apabila tidak ditangani dengan baik.

Selain intervensi spesifik berupa pemberian makanan bergizi, pemerintah juga menekankan pentingnya intervensi sensitif seperti perbaikan sanitasi, akses air bersih, serta perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi.

"Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, BUMN, BUMD, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Ia pun mengapresiasi langkah BRI yang telah mengambil peran dalam gerakan tersebut dan berharap semakin banyak pihak yang terlibat menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko stunting.

Program GENTING juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.

Melalui kolaborasi ini, BRI dan BKKBN berharap dapat melahirkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.(Epen)