Jayapura, Papua Terbit, -Komunitas pecinta tim nasional Jerman di Jayapura, Fans Jerman Jayapura (FJJ), merayakan ulang tahun ke-5 mereka dengan cara yang berbeda dan menyentuh hati. Di tengah gegap gempita Piala Dunia yang digelar setiap empat tahun, FJJ memilih mengubah euforia menjadi aksi sosial dengan mengunjungi sejumlah panti asuhan dan panti jompo di Sentani, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pembina FJJ, Bapa Harris Richard Yocku, SH, dan dilaksanakan bersama pengurus besar FJJ Kota/Kabupaten Jayapura.
Agenda bakti sosial yang digelar dalam rangka HUT ke-5 tersebut mencakup penyerahan bantuan ke lima lokasi: Panti Asuhan Wari Tore (Kampung Yahim, Jalan BTN Gajah Mada, Kelurahan Dobonsolo), Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian (Jalan Komba, Sentani), Panti Sosial Lanjut Usia (Jalan Pos 7, Sentani), Yayasan Putri Kerahiman (Jalan Sentani Hawai), dan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (Sentani).
Ketua Pembina Pendiri Fans Jerman Jayapura Papua Harris Richard Yocku S.H.., menyampaikan, bantuan yang disalurkan berupa bahan pokok yang benar-benar dibutuhkan hasil survei tim FJJ sebelumnya, antara lain beras, gula, daun teh, minyak goreng, serta kebutuhan pokok Lainnya.
"Komunitas ini berdiri bukan hanya sekadar kumpul bereuforia konvoi saat ada Piala Dunia saja, tapi harus berbuat hal yang positif. Kita berbagi kemanusiaan lewat aksi sosial ini, dan hal ini sangat mulia. Kita jadi berkat bagi mereka, dan kita pun didoakan oleh mereka,” terang Harris Richard Yocku, SH, saat memberikan sambutan singkat sebelum rombongan bergerak ke Lokasi.
Harris mengatakan, FJJ yang berdiri lima tahun ini dikenal sebagai wadah para penggemar sepakbola Jerman di wilayah Jayapura. Selama ini komunitas kerap mengadakan nobar (nonton bareng), konvoi, dan kegiatan pengukuhan antaranggota. Namun perayaan ulang tahun kali ini sengaja dikemas berbeda: selain merayakan kecintaan terhadap olahraga, mereka ingin menegaskan komitmen sosial komunitas terhadap masyarakat Sekitar.
"Sebelum kunjungan kami melakukan survei kebutuhan di masing-masing panti. Dari hasil itu kami tahu apa yang paling diperlukan sehingga bantuan yang kami bawa benar-benar berguna,”ungkap nya.
Rangkaian kunjungan dimulai sejak pagi hari. Setiap lokasi dikunjungi oleh rombongan yang membawa paket sembako dan kebutuhan lain sesuai hasil survei. Di Panti Asuhan Wari Tore, anak-anak menyambut rombongan dengan berdiri menunggu kedatangan tim rombongan pengurus dan anggota FJJ dan senyum yang tak pudar. Di Panti Sosial Lanjut Usia, suasana haru terlihat saat para lansia menerima paket bantuan dan berdoa bersama.
Harris menekankan bahwa komunitas harus memberi dampak positif bagi lingkungan. “Menjadi penggemar tidak berarti hanya soal pakaian, atribut, atau sorak sorai di waktu pertandingan. Kita punya tanggung jawab sosial untuk membantu sesama, terutama mereka yang rentan seperti anak yatim dan lansia,” ujarnya.
Ia juga mengajak pihak lain untuk bergabung dalam gerakan serupa. “Semoga langkah kecil kami ini menginspirasi komunitas-komunitas lain untuk melakukan aksi nyata. Saling membantu adalah salah satu cara kita memajukan kebersamaan di daerah ini,”tambahnya.



0 Komentar