Jayapura, Papua Terbit,-Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dan HUT Sagu yang masih merupakan rangkaian Festival Colo Sagu Tahun 2026, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR selaku founder Colo Sagu menggelar kegiatan Explore Dusun Sagu di Dusun Sagu Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Jumat (19/6) pagi.
Kegiatan yang mengusung tema "Sagu Menghidupi, dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi" tersebut dihadiri oleh Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., Dansatrol Koarmada III Jayapura Kolonel Laut (P) Bambang Abdullah Basuki Rahmad, Ketua MRP Papua Nerlince Wamuar, S.E., M.Pd, Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Anthonius Mathius Ayorbaba, S.H., M.Si., Kepala PDAM Kota Jayapura Dr. H. Entis Sutisna, S.E., M.M., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura Gerardus Ikanubun, S.Pi., M.Si., serta para pejabat utama Polresta Jayapura Kota dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Maclarimboen saat didampingi Ketua Panitia FCS-2026 Michael Yerisetouw mengatakan bahwa kegiatan Colo Sagu bukanlah kegiatan baru, melainkan upaya melanjutkan perjuangan para penggiat sagu yang selama ini konsisten menjaga dan melestarikan pangan lokal khas Papua.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian agar masyarakat tidak melupakan sagu sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan masyarakat Papua. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong perhatian berbagai pihak untuk terus menjaga keberlangsungan hutan sagu dan meningkatkan nilai ekonominya," ujar Kapolresta.
Lebih lanjut, Kapolresta mengungkapkan rencana inovatif yang akan dilakukan Polresta Jayapura Kota, yakni mengajak pasangan anggota Polri yang baru menikah untuk menanam sagu sebagai simbol dan filosofi dalam membangun rumah tangga.
"Sagu yang tumbuh lurus melambangkan komitmen dan kesetiaan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Selain itu, sagu juga memiliki sifat yang tidak egois karena mampu menyimpan air dan memberi kehidupan bagi tumbuhan lain di sekitarnya. Nilai-nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada setiap pasangan yang membangun keluarga baru," jelasnya.
Kapolresta juga menyoroti masih minimnya masyarakat Papua yang berhasil mengembangkan potensi ekonomi dari komoditas sagu, padahal Papua merupakan salah satu wilayah dengan sumber daya sagu terbesar di Indonesia.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Kapolresta Jayapura Kota dalam mengangkat kembali nilai strategis sagu sebagai identitas dan sumber kehidupan masyarakat Papua.
"Sagu itu hidup dan hidup itu adalah sagu. Dari dulu hingga sekarang masyarakat Skouw hidup dari kelapa, pinang dan sagu. Melalui kegiatan seperti ini, kita diingatkan kembali bahwa seluruh bagian dari pohon sagu memiliki manfaat besar bagi kehidupan masyarakat," ungkap Wali Kota.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian sagu yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Selain melakukan penanaman sagu secara simbolis, para peserta diajak menelusuri Dusun Sagu Kampung Skouw Yambe untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sagu dari hulu hingga hilir. Mulai dari pengenalan habitat sagu, proses penebangan, penokokan (pangkur), peremasan, pengambilan pati sagu hingga pengolahan menjadi berbagai produk pangan tradisional maupun modern.
Kegiatan Explore Dusun Sagu ini merupakan bagian dari inovasi sosial berbasis kearifan lokal yang diinisiasi Kapolresta Jayapura Kota selaku Founder Colo Sagu. Selain menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem sagu sebagai penopang ketahanan pangan, pelestarian budaya, serta penggerak kemandirian ekonomi masyarakat Papua.
Melalui Festival Colo Sagu 2026, semangat pelestarian sagu diharapkan semakin kuat dan menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan leluhur Papua demi keberlanjutan generasi mendatang. Di lokasi Dusun Sagu Skouw Yambe hari ini telah ditanam sebanyak 80 pohon Sagu, sebagaimana usia Polri yang masuk 80 Tahun pada 1 Juli 2026 ini.(Redaksi)


0 Komentar