Menurunkan Kasus Malaria, Dinkes Kota Jayapura Lakukan Kolaborasi Lintas Sektor

 


Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan berupaya menurunkan kasus malaria dengan cara melakukan kolaborasi dalam Pertemuan Lintas Sektor dengan Ketua RT/RW dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Malaria di Kota Jayapura Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Salah Satu Hotel Jayapura, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Walikota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., dan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dinas Kesehatan Kota Jayapura, UNICEF Perwakilan Papua, dan Perdhaki Wilayah Kerja Kota Jayapura

Ketua panitia kegiatan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, MM, mengatakan pertemuan lintas sektor ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam mendukung percepatan eliminasi malaria sesuai kebijakan nasional serta komitmen percepatan eliminasi malaria di seluruh wilayah Papua.

Perlu di ketahui bahwa jumlah kasus malaria positif mengalami tren menurun dari Januari hingga Maret 2026. Pada Januari tercatat sekitar 7.450 kasus Malaria di Kota Jayapura.

Kemudian bulan Februari turun menjadi sekitar 5.214 dan kembali menurun menjadi sekitar 3.862 kasus pada Maret.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mengoordinasikan dan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah-langkah percepatan eliminasi malaria di Kota Jayapura melalui pendekatan EDAT/TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan Vektor).

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan sumber daya di tingkat kelurahan dan kampung, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang malaria, serta memperkuat upaya penemuan, pengobatan, dan pengendalian malaria di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Juliana menjelaskan, malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Kota Jayapura. Pada tahun 2025, Kota Jayapura tercatat sebagai daerah dengan endemisitas malaria tertinggi kedua di Provinsi Papua, dengan jumlah kasus positif mencapai 70.990 kasus dan Annual Parasite Incidence (API) sebesar 168,6 per 1.000 penduduk.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya percepatan eliminasi malaria memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan, kampung, hingga RT/RW.

Juliana menambahkan, melalui pertemuan ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat untuk mendukung percepatan eliminasi malaria sehingga target Kota Jayapura menuju eliminasi malaria pada tahun 2028 dapat tercapai

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepala kelurahan dan kepala kampung, ketua RT/RW, kader kesehatan, Perdhaki, Tim Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Tim Program Malaria Dinas Kesehatan Kota Jayapura, hingga UNICEF Perwakilan Papua.

“Kegiatan lintas sektor ini penting karena menghadirkan para pihak yang menjadi garda terdepan di masyarakat. Mereka perlu memiliki pemahaman, pengetahuan, dan langkah yang sama dalam mengeliminasi malaria, mulai dari pendataan warga, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat hingga edukasi pencegahan penyakit,” katanya.(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar