Jayapura, Papua Terbit, - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura menggelar kegiatan pendampingan penyusunan data dan informasi perpustakaan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kapasitas pengelolaan perpustakaan di daerah ini,yang berlangsung di Hotel Horizon Ultima Entrop Kota Jayapura, pada hari Rabu (16/9/2026) Pagi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola perpustakaan dalam menyusun, mengelola, dan menyajikan data serta informasi perpustakaan secara tertib, akurat, dan mudah diakses. Fokus pendampingan mencakup pengelolaan literasi informasi, termasuk kemampuan memilih, memilah, dan memastikan kebenaran informasi sebelum disebarkan kepada masyarakat maupun peserta Didik.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai jenjang dan jenis layanan perpustakaan di Kota Jayapura, antara lain pengelola perpustakaan SD/MI dan SMP/MTs, taman bacaan masyarakat (TBM), perpustakaan kampung, perpustakaan kelurahan, hingga perpustakaan khusus termasuk yang berada di lingkungan rumah ibadah. Keterlibatan multi-lembaga ini menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat ekosistem literasi dari tingkat sekolah hingga komunitas akar Rumput.
Dalam sambutan nya Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Dolfina Jece Mano menjelaskan, kegiatan pendampingan ini merupakan kelanjutan dari sejumlah program penguatan literasi yang telah dijalankan Pemkot Jayapura pada 2026, seperti bimbingan teknis literasi informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi, serta pengembangan perpustakaan digital di sejumlah kampung. Sebelumnya, dinas juga telah menyalurkan bantuan peralatan elektronik dan perangkat inklusif untuk perpustakaan digital di empat kampung (Skouw Sae, Skouw Mabo, Mosso, dan lainnya) sebagai bagian dari perluasan akses informasi bagi Warga.
“Memperoleh NPP merupakan salah satu persyaratan mutlak dan pintu gerbang utama dalam meraih akreditasi perpustakaan, sebagai pengakuan formal yang menunjukkan bahwa perpustakaan kita telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP),” ujar nya.
Ia menegaskan bahwa NPP merupakan instrumen penting yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) sebagai identitas resmi pengembangan perpustakaan di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Jayapura.
"Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan peserta dari berbagai jenis perpustakaan di Kota Jayapura, antara lain perpustakaan SD/MI, SMP/MTs, taman bacaan masyarakat (TBM), perpustakaan kampung, perpustakaan kelurahan, hingga perpustakaan khusus. Pada hari pertama, fokus pendampingan diarahkan kepada pengelola perpustakaan sekolah dasar untuk menyusun data yang benar dan sesuai kondisi riil masing-masing Perpustakaan,"ucap Dolfina.
Ia menambahkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketersediaan data perpustakaan yang akurat, lengkap, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut akan menjadi dasar perencanaan, pembinaan, pengembangan, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan dan pelayanan perpustakaan di Kota Jayapura.
“Data dan informasi yang baik merupakan salah satu dasar bagi pemerintah dalam meningkatkan kebijakan dan program yang tepat sasaran. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan seluruh peserta dapat berperan aktif dalam menyampaikan data yang benar dan sesuai dengan kondisi riil masing-masing perpustakaan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini Dolfina berharap terjadi peningkatan kualitas pengelolaan data perpustakaan yang berdampak pada layanan lebih baik bagi pemustaka, serta mendukung target kota cerdas (smart city) melalui sistem informasi yang terintegrasi. Pendampingan direncanakan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk monitoring penggunaan aplikasi dan sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi) di sejumlah OPD, guna memastikan kelancaran dan konsistensi tata kelola informasi Publik.


0 Komentar