Sentani, Papua Terbit,-Pemerintah Provinsi Papua Selatan, diundang untuk menghadiri Festival Danau Sentani (FDS XV ) pada 3 - 5 September 2026 di Pantai Wisata Khalkote Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura Provinsi Papua.
FDS merupakan salah satu pertunjukan budaya dan kreatifitas masyarakat adat Sentani dan sekitarnya, FDS sendiri merupakan event yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Untuk FDS yang ke - XV itu dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Ermawati dan ditutup oleh Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri.
Sedangkan untuk Provinsi Papua Selatan dihadiri langsung oleh Plt Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Papua Selatan, Sidik Weriuw beserta beberapa UMKM Provinsi Papua Selatan.
Ucapan terima kasih kepada Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST. MT. I.P.P dan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa, S.Pd., yang telah mendukung UMKM dari Provinsi Papua Selatan untuk hadir di Provinsi Papua dalam mempromosikan produk UMKM.
Mereka dari Papua Selatan membawa sejumlah produk UMKM seperti tas rajutan kombinasi inner dari toko, syal, aksesoris seperti anting, kalung, gelang dan baju rajutan seperti dress, baju atasan, author, perpaduan benang rajut dengan kayu dan tenun.
Kemudian, kain batik, jaket, author, dress, atasan, kemeja, beberapa kuliner seperti dendeng rusa, abon rusa, minyak kayu putih, minyak serei merah, serta kerajinan tangan dari kulit buaya asli Merauke.
"Kami merasa bangga sekali mengikuti kegiatan Festival Danau Sentani (FDS) yang ke-15 ini. Artinya, hasil-hasil kami yang ada di daerah bisa kami bawa untuk menampilkan identitas kami dari Papua Selatan," ungkap Sidik Weriuw ketika dikonfirmasi wartawan di Stand Papua Selatan pada penutupan FDS XV, di Kawasan Wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu, 5 September 2026 malam.
"Harapan dan keinginan kami untuk mengangkat Papua dan barometer di tanah Papua ini ada di Jayapura. Kami juga berharap di kegiatan berikut nanti kami terus dilibatkan, bagaimana mempromosikan adat, budaya dan kuliner yang ada di seluruh Tanah Papua ini bisa dikenal oleh masyarakat umum yang ada di nusantara ini," sambung Sidik Weriuw.
Sidik Weriuw mengatakan, pihaknya ingin adat, budaya dan kuliner yang ada di seluruh Tanah Papua ini bisa di ekspose keluar, dengan cara membuat kegiatan sampai ke tingkat mancanegara.
"Harapan kami, untuk (produk) UMKM-UMKM yang kami bawa ini tidak hanya sebatas mempromosikan di sini. Tetapi dia lebih menginovasi diri, mengkreasikan dirinya dengan menampilkan hasil-hasil yang lebih berinovasi. Sehingga ketika tampil di sebuah tempat atau event yang kompotensinya lebih baik daripada kami yang di Papua ini, dengan harapan kami sudah mampu untuk bersaing," harap Sidik Weriuw.
Lanjut, Sidik juga menambahkam, bila produk-produk UMKM dari Tanah Papua harus tampil di sebuah event yang berskala besar, untuk lebih membuktikan hasil di Papua ini juga dapat diperhitungkan dari sisi kualitasnya, kapasitasnya, dan segala macam itu sudah tidak diragukan lagi.
"Memang betul selama ini kita belum terlalu memperhatikan mereka (UMKM), karena memang terkait dengan anggaran-anggaran yang dari pusat ini banyak terjadi recofusing (efisiensi) atau pemotongan-pemotongan (pemangkasan) anggaran. Tetapi, kami di Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berusaha bagaimana tetap menghidupkan UMKM-UMKM yang ada di Provinsi Papua Selatan," katanya.
"Kebetulan UMKM yang dibawa untuk ikut event FDS ini, kami sudah siap untuk mendampingi mereka dan juga memberikan modal usaha, untuk tetap berkelanjutan kepada produk-produk usaha mereka biar lebih meningkat dan lebih bermotivasi.
Sehingga ketika mereka tampil nanti, sudah bisa percaya diri dan juga mampu bersaing seperti saudara-saudara kami yang ada di Nusantara ini, bahkan akan tampil nanti ke tingkat mancanegara," sambungnya.
Sebanyak dua pelaku UMKM di Provinsi Papua Selatan yang dibawa oleh Pemprov Papua Selatan dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengikuti event FDS XV Tahun 2026.
Pihaknya fokus untuk tetap mengangkat promosi destinasi wisata dan juga produk UMKM yang ada di Papua Selatan.
"Kebetulan kami di Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Selatan. Jadi, kami ini ada tiga kementerian. Yakni, Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan ekonomi kreatif," jelasnya.
Dikatakannya, "Kalau terkait dengan atraksi-atraksi tarian, seni budaya atau kebudayaan itu bukan di dinas kami. Namun kami akan mengangkat promosi destinasi wisata dan produk UMKM-nya. Kita lebih fokus ke situ saja.
Tetapi, tidak terlepas kemungkinan ini ada sangat keterkaitan,"
"Jadi, kita menjalani satu paket untuk bagaimana budaya-budaya kami yang ada di Papua Selatan bisa tampil di tanah Papua ini. Bahkan nanti lebih ke Nusantara, bahkan kalau perlu di tingkat mancanegara.
"Itulah harapan kami. Tetap kami mendukung saudara-saudara kami, adik-adik kami, mama-mama kami yang sudah punya kompetensi keahlian dalam bidangnya masing-masing. Kami berdoa dan juga berharap, sehingga ke depannya nanti mereka bisa bersaing untuk saudara-saudara yang ada di Nusantara lain," tukasnya.
Festival Danau Sentani (FDS) ke-15 yang resmi ditutup oleh Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri ini mengusung tema, 'Budayaku adalah Hidupku', sebagai penutup Sidik Weriuw menyampaikan aspirasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura dan Panitia FDS XV yang telah mengundang mereka turut hadirkan UMKM. ( DD))


0 Komentar