Jayapura, Papua Terbit, – Akses jalan di kawasan Ringroad, Kota Jayapura, untuk sementara waktu ditutup akibat pemblokiran oleh sekelompok masyarakat adat. Penutupan ini memaksa pengguna jalan untuk mengalihkan rute perjalanan mereka melalui jalur alternatif di Skyline.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR. melalui Kasat Lantas Polresta Jayapura Kota AKP Muhammad Akbar, S.Sos. mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, pemblokiran di area Ringroad tersebut telah berlangsung sejak Rabu (9/9) malam. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jayapura menuju Abepura, maupun dari arah Holtekamp dan Kotaraja menuju Abepura, dialihkan melalui jalur Skyline.
“Kepada masyarakat yang ingin melintas, baik dari arah Jayapura ke Abepura, maupun dari Holtekamp dan Kotaraja ke Abepura, agar menggunakan jalur Skyline,”imbau Muhammad.
Ia menyampaikan, aksi pemblokiran ini dilakukan sebagai bentuk protes masyarakat adat terkait tuntutan hak ulayat yang dinilai belum terselesaikan. Dalam spanduk yang dipasang di lokasi aksi, mereka menuntut agar hak-hak mereka segera dibayarkan sesuai Kesepakatan.
“Masyarakat adat menuntut agar hak ulayat mereka yang belum terbayarkan sesuai dengan apa yang tercantum dalam spanduk, segera dipenuhi,”jelas nya.
Ia berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi atas konflik ini. Mereka mendesak agar pemblokiran jalan yang mengganggu aktivitas masyarakat umum ini dapat segera Diakhiri.
“Harapan kami, semoga pemblokiran yang terkait dengan tuntutan hak ulayat ini cepat menemukan solusi dan dibuka kembali. Pemerintah diharapkan dapat melihat kondisi ini agar lalu lintas masyarakat dan pengguna jalan bisa berjalan normal seperti sedia Kala,”tuturnya.
Situasi di lokasi masih terpantau kondusif meski terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik persimpangan akibat pengalihan arus. Polresta Jayapura dikabarkan telah menurunkan personel untuk mengatur lalu lintas di sepanjang jalur alternatif.
0 Komentar