Tanggap Darurat 14 Hari, Dinsos Jayapura Sebut Jumlah Beras Perhari Untuk Dapur Pengungsian

 

Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Sosial memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok bagi warga terdampak kebakaran di Dok V Bawah, Kelurahan Mandala, Kota Jayapura, selama masa tanggap darurat yang berlangsung 14 hari.

Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Mathius Pawara, menyebut stok sembako di gudang maupun kebutuhan untuk dapur umum masih mencukupi. Pasokan bahan kebutuhan pokok juga terus masuk secara bergantian untuk menjaga ketersediaan selama masa tanggap darurat.

"Iya, kalau ketersediaan sembako cukup, karena setiap hari bergantian masuk. Yang kurang pasti ada yang mengisi,di dapur itu satu hari 400 kg, untuk makan pagi, siang, dan malam,” kata Mathius.


Menurut Mathius, dapur umum membutuhkan sekitar 400 kilogram beras setiap hari untuk memenuhi kebutuhan makan warga, mulai dari sarapan, makan siang hingga makan malam.

Ia menjelaskan, distribusi bantuan kepada warga di tenda-tenda pengungsian dilakukan setiap hari. Namun, karena warga umumnya tidak memasak sendiri di tenda, kebutuhan makanan dipusatkan melalui dapur umum.

"Kalau tenda-tenda kan mereka tidak masak. Kalaupun ada, itu hanya stimulan saja, tapi kita drop ke dapur,” ujarnya.

Dinas Sosial mencatat kebakaran yang terjadi pada 31 Agustus 2026 berdampak terhadap 399 kepala keluarga atau 2.169 jiwa.

Selain beras, bantuan yang disalurkan juga mencakup telur serta sejumlah kebutuhan dasar seperti sabun dan pasta gigi dan lainnya.

Mathius mengatakan pemerintah masih fokus memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat. Setelah 14 hari, penanganan akan diarahkan pada tahap pascabencana.

"Karena nanti pasca di sini nanti juga ada pemberian untuk pasca bencana setelah korban ini ya, selesai,"jelasnya

Meski stok pemerintah dinilai mencukupi untuk masa tanggap darurat, Mathius tetap membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lain yang ingin memberikan dukungan kepada para korban, khususnya dalam bentuk bantuan logistik.

"Kalau ada masyarakat yang tetap mau memberikan dukungan bantuan, baik doa maupun logistik, apa yang bisa menolong mereka, ya tidak apa-apa," pungkasnya.(Epen

Posting Komentar

0 Komentar