Jayapura, Papua Terbit - Sepanjang tahun 2025, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mencatat sebanyak 115 Warga Negara Asing (WNA) dikenai tindakan administratif keimigrasian.
Mayoritas berasal dari Papua Nugini (PNG) sebanyak 96 orang, sementara sisanya dari Bangladesh (10), Mesir (5), Sri Lanka (2), China (1), dan India (1).
Kepala Kantor Imigrasi Jayapura, Ben Yuda Karubaba, menjelaskan bahwa tindakan utama yang dilakukan adalah deportasi, terutama bagi WNA yang melakukan overstay atau masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen resmi.
Selain itu, terdapat 7 kasus tindak pidana keimigrasian yang diproses melalui jalur hukum pidana.
"Kalau ada orang asing yang selesai menjalani hukuman pidana di lapas, setelah bebas tetap kita kenai tindakan administratif berupa deportasi,” jelasnya saat ditemui wartawan Papua Terbit.id,Rabu (25/2/2026).
Apalagi tantangan di Perbatasan Jayapura memiliki wilayah kerja yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Pos pengawasan aktif hanya terdapat di Skouw, Wembi, Waris, dan Senggi.
Sementara pos di Kiwirok terpaksa ditutup karena alasan keamanan setelah terjadi serangan.
"Kondisi geografis yang sulit serta infrastruktur jalan yang rusak semakin menyulitkan pengawasan terhadap arus keluar-masuk orang asing,"terangnya
Lanjutnya,upaya pengawasan untuk memperkuat pengawasan, Imigrasi Jayapura membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) yang melibatkan berbagai instansi, seperti Polri, TNI, Satpol PP, dan Bea Cukai.
Melalui koordinasi lintas instansi, setiap pelanggaran ditangani sesuai kewenangan masing-masing. Misalnya, kasus narkoba ditangani kepolisian, penyelundupan barang oleh Bea Cukai, sementara pelanggaran izin tinggal ditangani Imigrasi. Sejak 2024, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw juga telah diterapkan teknologi face recognition untuk pelintas batas tradisional.
Menurut Karubaba, Sistem ini memungkinkan pemeriksaan lebih cepat dan akurat, serta membantu mendeteksi orang yang sering keluar-masuk wilayah perbatasan.
"Jadi cukup melihatkan wajah ke layar, secara otomatis datanya sudah muncul semua," jelasnya.
Kantor Imigrasi Jayapura menegaskan komitmennya sebagai penjaga pintu gerbang negara.
Meski menghadapi tantangan besar di ia menambahkan, wilayah perbatasan, upaya pengawasan terus ditingkatkan melalui kerja sama antar instansi dan pemanfaatan teknologi modern.(Alex)

0 Komentar