Jayapura Papua Terbit,- Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 digelar di Lapangan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Rabu (20/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.
Sekitar 120 peserta dari berbagai instansi dan mitra kerja lintas sektor mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIT tersebut. Upacara dipimpin Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Horry Watory, yang bertindak sebagai Pembina Upacara mengajak peserta untuk mengingat semangat pendiri Boedi Oetomo sebagai momen awal bangkitnya kesadaran nasional dan persatuan.
Ia menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini telah bergeser: selain menjaga wilayah, negara juga harus waspada terhadap arus informasi, penguasaan teknologi, dan perlindungan generasi muda dari dampak negatif dunia digital.
"Perlindungan anak dan pembinaan karakter kebangsaan di ruang digital menjadi prioritas,"kata Selskan Horry Watory saat membacakan amanat.
Ia menegaskan bahwa memaknai kebangkitan nasional harus diterjemahkan dalam pembangunan nyata, termasuk penguatan pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi desa, dan pemerataan kesejahteraan.
Upacara ini dihadiri oleh berbagai unsur pemangku kepentingan PLBN dan mitra kerja, antara lain:
Ni Luh Puspa Jayaningsih, Kepala Bidang PLBN Skouw;
Michael Tandigau, Pengawas Satuan Terminal Barang Internasional Skouw;
Muammar Asrawi, Kasubbid Pengembangan Kawasan Perbatasan;
Kevin Putra Darsono, Kasubbid Kebersihan dan Keamanan;
Christin Laura Depametouw, Plt. Kasubbid Fasilitasi Layanan Lintas Batas Negara;
Kapten Inf Sostenes Gasper Panasifu, Danramil Jayapura;
Anggi Wibowo, Wadan Satgas Yonif WNS/643;
M. Gilang, Danpos RRI;
Dade, Danpos AL;
Petugas Imigrasi TPI Skouw;
Petugas Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan;
Petugas Kekarantinaan Kesehatan Wilker PLBN Skouw;
Petugas Bea Cukai Wilker PLBN Skouw; pegawai PLBN Skouw; dan TPO.
Momentum Harkitnas di PLBN Skouw dimanfaatkan sebagai pengingat komitmen bersama antara institusi wilayah perbatasan dan mitra kerja untuk menjaga kedaulatan negara tidak hanya secara teritorial, tetapi juga melalui penguatan sumber daya manusia. Peserta diimbau untuk menerjemahkan semangat kebangkitan ke dalam program-program pemberdayaan anak, literasi digital, pendidikan, dan ekonomi lokal.
Sebagai tindak lanjut, panitia penyelenggara akan menyampaikan laporan resmi pelaksanaan kegiatan kepada pimpinan masing-masing instansi. Laporan tersebut diharapkan menjadi dasar koordinasi lanjutan untuk program-program pembinaan masyarakat, perlindungan anak, dan penguatan literasi digital di wilayah perbatasan.(Alex)




0 Komentar