Jayapura, Papua Terbit, - SMA YPK Dispora Kota Raja Jayapura, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen di Tanah Papua, menggelar acara Launching Kelas Bilingual 2026, bersamaan dengan perayaan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40. Kegiatan yang berlangsung meriah di halaman sekolah tersebut dihadiri oleh Ketua Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, dan jajaran pengurus yayasan, Kepala Sekolah, guru, perwakilan Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, Tokoh Adat serta siswa-siswi.
Dalam sambutannya, Ketua Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu M.Th. menyampaikan rasa syukur atas perjalanan empat dekade menjalankan amanah pendidikan di wilayah Papua. "Selama 40 tahun, yayasan terus berkomitmen menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing secara lokal maupun global. Launching Kelas Bilingual ini merupakan salah satu wujud inovasi kami dalam meningkatkan kualitas Pembelajaran,"kata Andrikus.
Andrikus menjelaskan, Kelas Bilingual 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran dua bahasa — Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris — dengan penekanan pada penguasaan komunikatif dan kompetensi akademik. Kurikulum kelas bilingual mengintegrasikan mata pelajaran inti dengan kegiatan praktik bahasa, proyek kolaboratif, dan penggunaan teknologi pendidikan untuk memperkaya proses belajar. "Kami ingin membekali siswa dengan kemampuan bahasa yang kuat sehingga mereka lebih siap melanjutkan studi dan bersaing di tingkat nasional maupun Internasional,"jelas nya.
Sementara itu Walikota Jayapura, Abisai Rollo di wakili oleh Staf Ahli Robert Betaubun memberi apresiasi atas inovasi yayasan. Menurutnya, inisiatif kelas bilingual sejalan dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan kompetensi bahasa asing bagi pelajar, sekaligus mempertahankan identitas lokal. "Penting untuk memastikan program bilingual tidak mengesampingkan bahasa daerah dan kebudayaan lokal. Kami berharap SMA YPK Dispora dapat menjadi contoh praktik terbaik di Papua," ucap Robert.
Ia menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut, dan penguasaan bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting bagi masa depan anak-anak Kedepan. "Kami senang sekolah membuka kelas bilingual. Semoga pembelajaran tetap mengedepankan nilai-nilai lokal dan aksesnya merata bagi siswa dari berbagai latar belakang,"ujarnya.(Alex)


0 Komentar