Jayapura, Papua Terbit, - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura, Desi Yanti Wanggai memaparkan perkembangan realisasi pendapatan dan penyerapan anggaran Pemerintah Kota Jayapura hingga pertengahan 2026. capaian beberapa anggaran menunjukkan kemajuan, namun sejumlah OPD masih perlu mempercepat realisasi Kegiatan.
Desi menjelaskan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 3 Agustus 2026 tercatat sebesar 59,50 persen berdasarkan data aplikasi. “Kemudian ada koreksi sedikit; Bapenda tadi menyampaikan angka menjadi sekitar 60 persen, tetapi kami menggunakan data pada sistem,”ujarnya Desi.
Lanjutnya, pendapatan transfer dari pemerintah pusat berada di angka 47,45 persen (data internal), sedangkan perhitungan lain menunjukkan 48,60 persen. Dana bagi hasil (DBH) provinsi terealisasi 21,68 persen. Untuk dana otsus, saat ini pencairan tahap 1 adalah 30 persen dan realisasinya sudah mencapai sekitar 98 persen dari alokasi yang diterima.
Desi menyampaikan realisasi total belanja mencapai 46,61 persen. Rincian menunjukkan belanja operasi yang meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, dan bantuan sosial sudah sebesar 48,03 persen. Namun belanja modal masih relatif rendah, tercatat 24,63 Persen.
"Rendahnya realisasi belanja modal, menurutnya, disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pencairan uang muka yang baru dilakukan pada beberapa OPD serta persiapan administrasi penagihan. Beberapa OPD terlambat karena proses pelelangan; semua pengadaan melalui pelelangan atau pengadaan langsung via aplikasi pengadaan,”kata Desi.
Untuk pos belanja tidak terduga realisasinya tercatat tinggi, yakni 76,07 persen. Sedangkan belanja bantuan keuangan ke kampung mencapai 43,63 Persen.
Desi juga mengungkapkan adanya 13 OPD yang realisasinya masih di bawah 50 persen. Namun setelah verifikasi, beberapa OPD ternyata terlambat menginput progres di aplikasi Siripka milik Bappeda. “Setelah dikonfirmasi, sejumlah OPD hanya terlambat input data; ada yang datanya belum ter-update,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan akurasi pelaporan, Desi mengimbau OPD untuk rutin meng-input progres pekerjaan ke aplikasi serta melengkapi bukti visual seperti foto. Ia menambahkan bahwa koordinasi antar OPD, Baperida, Bappeda, dan Inspektorat perlu ditingkatkan agar realisasi anggaran dapat lebih merata pada triwulan berikutnya.
Desi menegaskan komitmen Pemkot Jayapura untuk mempercepat penyerapan APBD sambil tetap menjaga mekanisme pengadaan dan akuntabilitas. Pemantauan intensif dan perbaikan administrasi di OPD menjadi fokus utama agar target realisasi anggaran tercapai secara Optimal.(Alex/Epen)



0 Komentar