Himbauan

Himbauan
Mengibarkan Bendera Merah Putih

Pemkot Jayapura Menarik 24 Mahasiswa UGM di Dua Kampung

 Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kota Jayapura menarik 24 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Skouw Mabo dan Kampung Skouw Yambe, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Penarikan mahasiswa KKN tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., dalam apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, Senin (10/8/2026).

Wakil Walikota Jayapura Dr. Ir. H Rustan Saru, MM.  Apresiasi kepada para mahasiswa UGM yang telah melaksanakan berbagai program pengabdian kepada masyarakat selama berada di Kampung Skouw Mabo dan Skouw Yambe.

Di katakan, sebanyak 24 mahasiswa tersebut ditempatkan di dua kampung, masing-masing 12 orang di Kampung Skouw Mabo dan 12 orang di Kampung Skouw Yambe. Selama berada di lokasi KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat kampung.




Ia menyebutkan, beberapa program yang dilaksanakan di antaranya pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pembuatan alat inisiator untuk membantu pengelolaan dan pembakaran sampah, serta pengembangan hidroponik.

Rustan berpesan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta para kepala kampung untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis mahasiswa KKN.

Program yang telah dilakukan mahasiswa jangan berhenti setelah masa KKN berakhir. Berbagai inovasi yang telah diperkenalkan diharapkan dapat dikembangkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

"Saya meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan OPD terkait, termasuk kepala kampung, untuk meneruskan apa yang telah dilakukan mahasiswa dengan program-program yang sudah mereka jalankan di kampung tempat mereka KKN. 

keberadaan mahasiswa KKN bukan hanya memberikan manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi kampung secara mandiri.

Dosen Pendamping KKN Universitas Gadjah Mada (UGM), Sismanto, yang merupakan dosen Geofisika Fakultas MIPA UGM, mengatakan sebanyak 24 mahasiswa ditempatkan di Distrik Muara Tami, masing-masing 12 mahasiswa di Kampung Skouw Mabo dan 12 mahasiswa di Kampung Skouw Yambe.

Sismanto menjelaskan para mahasiswa telah berada di lokasi KKN selama lebih dari 50 hari. Selama masa waktu tersebut, mereka melaksanakan lebih dari 120 program kerja yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing kampung.

Program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari penyuluhan, sosialisasi, pengelolaan lingkungan, pembuatan insinerator, pembinaan UMKM, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

"Kami dari Universitas Gadjah Mada membawa 24 mahasiswa yang kami tempatkan di Distrik Muara Tami, yakni di Kampung Skouw Mabo dan Kampung Skouw Yambe, masing-masing 12 orang. Mereka berada di sini lebih dari 50 hari.

"Terima kasih kami kepada masyarakat di kedua kampung serta Pemerintah Kota Jayapura yang telah menerima dan mendukung pelaksanaan KKN mahasiswa UGM,"ucapnya

Rustan berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat diteruskan oleh masyarakat dan pemerintah kampung setelah mahasiswa kembali ke Yogyakarta.

Dalam bidang UMKM, misalnya, mahasiswa memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pembuatan berbagai produk, seperti permen, VCO coconut oil dan yang  Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi produk lokal masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga meninggalkan sejumlah hasil kegiatan, seperti alat inisiator dan fasilitas hidroponik, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan teknologi serupa secara mandiri.

"Kami berharap apa yang sudah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini bisa dilanjutkan. Untuk UMKM sudah dilakukan pelatihan pembuatan permen, VCO, coconut oil dan lainnya. Kami berharap dapat diteruskan. Barang-barang yang kami tinggalkan, seperti insinerator dan hidroponik, juga dapat dimanfaatkan dan masyarakat bisa meniru serta mengembangkannya sendiri.

Sismanto menambahkan, 24 mahasiswa yang mengikuti KKN tersebut berasal dari berbagai jurusan di UGM. Keberagaman latar belakang keilmuan mahasiswa menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan berbagai program kerja di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Jayapura, berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah kampung, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga program pemberdayaan yang telah dirintis melalui KKN dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kampung di wilayah Distrik Muara Tami.(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar