Himbauan

Himbauan
Mengibarkan Bendera Merah Putih

Sejak Malam di Lokasi, Ketua Pemuda Depapre Imbau Tegas Para Netizen Medsos

 


Sentani, Papua Terbit,- Tokoh pemuda yang juga selaku Ketua Forum Gembala( Gerakan Membela Hak OAP)Otis Suwae terkait kasus dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, yang ramai menjadi perbincangan para Netizen di media sosial.

Otis Suwae mengimbau tegas masyarakat, khususnya pengguna media sosial yang tidak berada di lokasi Tempat Kejadian Perkara(TKP) agar tidak menyebarkan informasi tanpa konfirmasi berita yang akurat resmi dari pemerintah daerah kabupaten Jayapura

Kepada media Papua Terbit.id, Tokoh pemuda Distrik Depapre mengaku bahwa dirinya berada langsung di lokasi sejak malam hingga sekitar pukul 03.00 WIT bersama para relawan pemuda kampung yang membantu proses evakuasi para korban ke Puskesmas.

"Saya ada di lokasi dari malam sampai jam 3 pagi,kami  pemuda-pemuda di kampung menjadi relawan mengangkat turun pasien ,melarikan pasien anak-anak ke Puskesmas,"ujarnya,Rabu(5/8/26)

Ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan bersabar dengan  tidak mengunggah informasi 

"Jadi, saudara pengguna media sosial yang tidak bergabung untuk bersabar. Tidak boleh memposting sesuatu yang tidak ada hubungannya, dan tidak konfirmasi  berita itu secara akurat,"tegasnya

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura beserta seluruh pihak yang dinilai bergerak cepat menangani kejadian tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, TNI, Polri, anggota DPR, Basarnas, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang telah bergerak cepat menangani kasus ini. Untuk data dan perkembangan kasus, mari kita percayakan kepada pihak-pihak yang sedang bekerja," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang, mendoakan para korban, dan menunggu informasi resmi dari pemerintah.

Selain itu, tokoh pemuda tersebut meminta agar dapur MBG di Distrik Depapre segera dievaluasi secara menyeluruh mengingat cakupan pelayanannya yang cukup luas, termasuk ke wilayah Distrik Yokari dan Ravenirara.

"Ini harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap dilakukan evaluasi secara total terhadap dapur MBG agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Di akhir pernyataannya, ia kembali mengingatkan masyarakat agar menunggu keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura maupun pihak penyelenggara Program MBG.

"Mari kita menahan diri dan menunggu informasi atau press release resmi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura serta pihak-pihak yang berwenang terkait MBG agar informasi yang diterima masyarakat benar dan akurat," tutupnya.(Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar