Jayapura, Papua Terbit, - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Papua menempatkan aspek keselamatan dan peningkatan konektivitas sebagai fokus utama pembangunan sektor perhubungan di Papua. Langkah ini diambil untuk menjamin layanan transportasi yang andal, aman, dan nyaman sekaligus membuka isolasi wilayah pedalaman serta mendorong pertumbuhan ekonomi Daerah.
Keselamatan Transportasi Diperkuat di Seluruh sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2026 tentang Peningkatan Keselamatan pada Sarana dan Prasarana Transportasi, Dishub Papua memperkuat langkah preventif di sektor darat, laut, dan udara. Di sektor penerbangan perintis yang menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah pegunungan dan ekstrem.Kemenhub bersama otoritas bandara wilayah IX dan X menegaskan bahwa rute dapat dikurangi atau dihentikan apabila standar keselamatan dan keamanan tidak Terpenuhi.
Hal ini diungkap Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Mathius H Wally usai upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional(Harhubnas) Tahun 2026, yang dilaksanakan di halaman Kantor Poltekbang Jayapura pada Kamis (17/09/2026) Pagi.
“Dengan amanat Menteri Perhubungan, yang paling utama adalah aspek keselamatan dalam rangka pelaksanaan sektor transportasi di Indonesia. Itu menjadi kata kunci: keselamatan adalah tugas utama sektor Perhubungan,"ungkap Mathius.
Mathius menyebutkan dua target utama di sektor perhubungan. Pertama, menghubungkan area-area kepulauan dengan menyediakan transportasi yang lebih sering, dalam arti intensitas layanan lebih banyak dan waktu tempuh lebih cepat. Kedua, menjangkau daerah yang belum tersedia layanan transportasi darat dan laut dengan mengoptimalkan perintis udara, termasuk merapikan lapangan terbang yang menjadi kewenangan provinsi dan memperlengkapi prasarana penerbangan, pelayaran, serta Jalan.
“Konektivitas tidak hanya bicara soal transportasi di darat, tapi juga transportasi kepulauan. Ada kabupaten yang berada di jalur transportasi tertentu, dan ada pula yang berada di area batas negara dengan keterbatasan akses,”tegasnya.
Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan merupakan tugas utama dalam pelaksanaan sektor transportasi di Indonesia. Sejalan dengan itu, program Gubernur Papua menempatkan konektivitas sebagai prioritas strategis, khususnya dengan memetakan 11 kabupaten di Provinsi Papua ke dalam klaster konektivitas: delapan kabupaten pesisir yang menghadap laut dan tiga kabupaten yang tidak bersentuhan langsung dengan laut.
"Karena kondisi geografis tersebut, konektivitas di Papua tidak hanya berbicara tentang transportasi darat, melainkan juga transportasi kepulauan (laut) dan udara, termasuk untuk kabupaten yang berada di wilayah perbatasan Negara,"ucap nya.(Alex)


0 Komentar