Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Koordinasi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026,berlangsung di aula Kantor Walikota Jayapura,Selasa (8/9/2026).
Rakor tersebut menjadi momentum evaluasi realisasi pendapatan sekaligus mempersiapkan target PAD Kota Jayapura untuk tahun anggaran 2027.
Walikota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., Pencapaian target PAD membutuhkan kerja bersama seluruh perangkat daerah dan pihak yang terlibat dalam pengelolaan serta pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Rapat kootdinasi melibatkan OPD kolektor, termasuk distrik dan kelurahan, juga pihak lainnya yang berkaitan dengan pemungutan pajak dan retribusi daerah seperti Bank Papua, PT Robongholo Nanwani, Samsat, PT Angkasa Pura Suport, PT PLN UP3 Jayapura, Pertanahan Kota Jayapura dan lainya.
Abisai meminta seluruh OPD kolektor pendapatan bekerja maksimal dan melakukan langkah konkret untuk mengoptimalkan berbagai sumber penerimaan daerah.
"Saya minta semua OPD kolektor dan pihak yang berkaitan dengan penerimaan asli daerah yang hadir dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai target yang sudah ditentukan,"ungkapnya
Ia menyebutkan salah satu sektor yang menjadi perhatian dan perlu di genjot dalam optimalisasi PAD adalah retribusi pelayanan persampahan.
Ia menjelaskan, untuk meningkatkan penerimaan dari sektor tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah distrik dan kelurahan.
Menurutnya,keterlibatan distrik dan kelurahan dinilai penting karena penarikan retribusi persampahan rumah tangga bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Lanjutnya, peningkatan penerimaan retribusi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan persampahan.
Karena itu, dukungan sarana operasional persampahan bagi kelurahan menjadi salah satu kebutuhan yang akan diperkuat. Pemkot juga membuka ruang bagi dukungan melalui program CSR, baik dari pihak swasta, BUMN, BUMD maupun perbankan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu penyediaan kendaraan operasional pengangkut sampah di tingkat kelurahan.
" Ada dukungan telah diberikan jaringan ritel Indomaret berupa lima unit kendaraan roda tiga untuk pelayanan persampahan. Jumlah tersebut direncanakan bertambah lima unit sehingga total bantuan menjadi 10 kendaraan.
Nantinya, kata Abisai, Motor sampah ini perlu dibagikan kepada kelurahan untuk pelayanan persampahan di masyarakat agar dapat mengejar target retribusi sampah.
Selain persampahan, sektor parkir di kawasan ruko yang dikelola PT Angkasa Pura juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan PAD.
Adanya penurunan penerimaan retribusi parkir di kawasan tersebut. Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi kondisi itu adalah menurunnya aktivitas ekonomi akibat sejumlah ruko yang tidak lagi beroperasi.
Pemerintah tidak hanya akan melihat persoalan tersebut dari sisi penerimaan parkir, tetapi juga berupaya mendorong kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
"Kita pemerintah kota akan mengambil langkah untuk membuat ruko kembali ramai, agar dapat mendongkrak PAD dari sektor parkir,"tuturnya
Rakor hari ini menghasilkan hasil yang baik agar target PAD Rp307 miliar lebih dapat tercapai. Kalau bisa, kita harus melampaui target.
Selain mengejar target PAD 2026, Rakor Pendapatan Daerah juga menjadi bagian dari persiapan penetapan target pendapatan tahun 2027.
Bapenda Kota Jayapura telah menyiapkan proyeksi target PAD 2027 sebesar Rp316 miliar lebih.
target tersebut disiapkan secara realistis, terukur, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
Ia juga meminta Bapenda terus menggenjot penerimaan tahun 2026 sekaligus mempersiapkan target pendapatan 2027.
Kepada semua OPD, baik yang menangani pendapatan daerah maupun OPD kolektor, serta sejumlah mitra dan instansi yang berkaitan dengan pemungutan pajak dan retribusi penerimaan asli daerah, mari kita bekerja dengan baik agar PAD dapat mencapai target yang sudah ditentukan.
Kepala Bapenda Kota Jayapura, Dr. Ir. Rory Cony Huwae, laporannya menyampaikan realisasi PAD Kota Jayapura hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp. 211.450.676.463 dari target awal sebesar Rp. 307.571.279.665.
Dengan demikian, masih terdapat selisih sekitar Rp. 96,12 miliar lebih, yang harus dikejar hingga akhir tahun anggaran.
Namun, dalam target perubahan anggaran terdapat penyesuaian pendapatan sebesar Rp. 6.095.085.445, sehingga target PAD tahun 2026 berubah menjadi Rp. 313.666.365.110.
Ia menambahkan, perubahan target tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan dalam strategi pencapaian pendapatan daerah hingga akhir tahun.(Epen)



0 Komentar