Sorong, Papua Terbit,- Setelah aksi yang dilakukan oleh Tim Pemekaran dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Tambrauw, terkait aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik yang belum berjalan maksimal.
Aksi spontan ini dilakukan pada, Senin 31 Agustus 2026 di Kantor Bupati Tambrauw ini langsung direspon oleh Wakil Bupati Tambrauw, Paulus Ajambuani dengan hadir dan mendengarkan langsung berbagai masukan yang disampaikan oleh Tim Pemekaran dan LMA Kabupaten Tambrauw.
Wakil Bupati Tambrauw langsung melakukan dialog dengan Tim Pemekaran dan LMA Kabupaten Tambrauw agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Kantor Bupati tetap berjalan, sambil berkomitmen untuk membuka ruang pertemuan bersama dengan para tokoh tersebut.
Menindaklanjuti hal tersebut, maka, Wakil Bupati Tambrauw, telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Tambrauw, Yeskiel Yesnath guna membuka ruang audiensi dan dialog bersama Tim Pemekaran dan LMA Kabupaten Tambrauw pada Senin (7/9/2026).
Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tambrauw telah mengeluarkan surat Nomor 100.3.11.6/319.a/XI/2026 dengan perihal Audiensi Lembaga Masyarakat Adat dan Tim Pemekaran bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw.
Surat yang dikeluarkan pada 31 Agustus 2026 ini menindaklanjuti permohonan audiensi dari Lembaga Masyaraka Adat dan Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw tanggal 24 Agustus 2026, dalam rangka meningkatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pemerintah Daerah dalam hal ini memberikan ruang kepada Lembaga Lembaga Masyarakat Adat (LMA) dan Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw untuk bersama masyarakat persepsi, menyampaikan aspirasi serta mempercepat silaturahmi demi kemajuan Kabupaten tambrauw.
Audiensi dan dialog bersama Bupati dan Wakil Bupati beserta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dengan Tim Pemekaran dan LMA Kabupaten Tambrauw ini akan dilaksanakan di Aula Penyu Belimbing, Kantor Bupati Kabupaten Tambrauw di Fef, pada Senin (7/9/2026), pukul 09.00 WIT sampai selesai.
Oleh karena itu, sebelum dilakukannya audiensi dan dialog dengan Pemda Kabupaten Tambrauw, maka sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Pemekaran dan LMA telah melakukan pertemuan bersama, guna menyiapkan sejumlah pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan kepada bupati dan wakil bupati selaku kepala pemerintahan daerah saat dialog berlangsung nantinya.
Tim Pemekaran Siapkan Pokok-Pokok Pikiran
Mewakili Tim Pemekaran Kabupaten Tambrauw, Fransiskus Hae menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan untuk menyiapkan pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan pada saat audiensi dan dialog bersama Pemda Kabupaten Tambrauw pada Senin mendatang.
"Pertemuan hari ini kami lakukan untuk mempertajam pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan pada saat dialog bersama Pemda Kabupaten Tambrauw," katanya di Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (2/9/2026).
Fransiskus berharap, seluruh masyarakat Tambrauw untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tambrauw.
"Kami berharap dukungan dari masyarakat untuk pertemuan yang akan dilakukan bersama Pemda Kabupaten Tambrauw dan berharap masyarakat bisa menjaga Kamtibmas kedepan hingga dialog nanti," ungkapnya.
Evaluasi Total
Senada dengan itu, Tokoh Adat Suku Mpur sekaligus Anggota Tim Pemekaran, Philip Marbuan menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh para tim pemekaran bersama dengan tokoh masyarakat adat di Kabupaten Tambrauw merupakan bentuk dukungan terhadap kondisi pemerintahan yang sudah renggang dan tidak berjalan dengan baik dalam melayani masyarakat di Kabupaten Tambrauw.
Disisi lain, kata Philip sebagai masyarakat adat dan tim pemekaran, pihaknya melihat saat ini banyak sekali pelaksana tugas (Plt) yang diberikan, baik sekda, asisten dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami mau agar Kabupaten Tambrauw ini bisa berjalan sesuai dengan rohnya, seperti awal perjuangan pemekaran dan kabupaten ini berdiri untuk mensejahterakan kami orang Tambrauw, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur dan sektor-sektor lainnya,” ungkapnya.
“Dialog bersama Pemda Tambrauw nanti, merupakan evaluasi total mengenai pemerintahan yang sedang berjalan, sehingga kedepan roda pemerintahan bisa berjalan dan pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara baik di Kabupaten Tambrauw,” sambung Philip menambahkan.
Philip menengaskan bahwa sudah waktunya orang asli Tambrauw memimpin di daerahnya sendiri. Oleh karena itu, jika ada jabatan di pemerintah daerah yang memenuhi syarat dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) asli Kabupaten Tambrauw bisa diberikan kepercayaan oleh Bupati dan Wakil Bupati untuk menduduki jabatan tersebut.
“Bagi ASN dari kabupaten/kota lain yang ada di Papua dan luar Papua bisa ikut bersama-sama dan terlibat membangun Kabupaten Tambrauw, sehingga orang Tambrauw kedepan bisa maju seperti daerah-daerah lain yang ada di wilayah Papua dan luar Papua,” ujarnya.
Jaga Kamtibmas, Dukung Dialog Bersama Pemda
Sementara itu, Yohanis R.Kinho, mewakili Tokoh Pemekaran Kabupaten Tambrauw mengucapakan terima kasih kepada Pemda Kabupaten Tambrauw melalui Bupati dan Wakil Bupati yang sudah menanggapi aksi yang dilakukan oleh para tokoh pemekaran dan masyarakat adat, Senin, 31 Agustus lalu.
“Kami sampaikan terima kasih, karena bapak bupati sudah bersedia bersama wakil bupati dan seluruh pimpinan OPD akan memberikan ruang dan waktu untuk bertemu pada hari Senin, 7 September 2026 nanti,” ucapnya.
Yan menghimbau kepada seluruh masyarakat Tambrauw, terutama pemuda, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan seluruh masyarakat untuk mendukung dialog yang akan dilakukan bersama Pemda Tambrauw pada Senin mendatang.
“Tujuan kami hanya satu, yaitu menolong bupati dan wakil bupati, sehingga pemerintahan bisa jalan baik, pembangunan bisa berjalan dengan baik, dan pelayanan kemasyarakat bisa tetap berjalan tanpa kendala apapun,” ungkapnya.
Yan berharap, dukungan dari semua elemen masyarakat di Kabupaten Tambrauw, sehingga dimohon untuk semua bisa menjaga keamanan dan tidak melakukan hal-hal yang dapat menganggu proses pertemuan dan dialog bersama dengan pemerintah daerah bisa berjalan dengan.
“Kami harapkan, dengan adanya audiens dan dialog yang dilakukan ini, maka hasilnya dapat berguna bagi pembangunan Kabupaten Tambrauw kedepan,” harapnya. (Redaksi)

0 Komentar