Jayapura,Papua Terbit,- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., memberikan materi Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada hari kedua "Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah (UM) Papua, pada Kamis (27/8/2026), bertempat di Aula UM Papua.
Dalam penyampaiannya, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi muda Papua yang nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus memiliki landasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta mampu menjaga keberagaman dan kebhinekaan yang ada di tanah Papua.
“ Tadi Saya senang sekali bisa bersama-sama dengan adik-adik. Saya menyampaikan tentang bagaimana ke depan generasi muda Papua ini bisa menjadi ujung tombak, bisa memberikan kontribusi yang terbaik bagi tanah Papua. Tentunya itu berlandaskan dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, bisa menjaga keberagaman kebhinekaan yang ada di tanah Papua,” ujar Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.
Ia berharap mahasiswa baru setelah menyelesaikan pendidikan dapat menjadi agen perubahan dan generasi muda yang ikut mengambil bagian dalam memajukan Papua.
“Diharapkan nanti adik-adik ini setelah lulus bisa menjadi agen-agen perubahan, bisa menjadi generasi muda yang ikut bersama-sama memajukan Papua,” tuturnya.
Mayjen TNI Febriel juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat untuk memperoleh ijazah, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun pengetahuan, keterampilan, karakter, motivasi, dan dedikasi.
“Saya berpesan, adik-adik di kampus ini jangan hanya cari ijazah, tapi carilah pengetahuan, keterampilan, punya karakter, punya motivasi, punya dedikasi yang baik,” tegasnya.
Menurutnya, bekal yang diperoleh mahasiswa selama berada di perguruan tinggi akan menjadi modal penting ketika mereka nantinya mengambil peran sebagai pemimpin.
“Suatu saat nanti adik-adik ini akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa kita, pemimpin Papua ini 15–20 tahun ke depan. Jadi kalau dalam kampus ini mereka punya bekal yang bagus, nanti saatnya dia memimpin tentunya untuk kemajuan Papua,” pungkasnya.
_*Pengenalan Sistem Akademik, Fasilitas Kampus, Program Studi, Hingga Organisasi Kemahasiswaan*_
Selain materi Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, mahasiswa baru UM Papua juga menerima materi Pengenalan Sistem Akademik, Fasilitas Kampus, Program Studi, Hingga Organisasi Kemahasiswaan.
Academic Program Manager SAGU Foundation, Diana Kambuaya, membekali mahasiswa dengan materi tentang pentingnya pengembangan kapasitas dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia pendidikan maupun tantangan di masa depan.
Mahasiswa baru kemudian menerima materi pengenalan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Universitas Muhammadiyah Papua. Pengenalan tersebut bertujuan agar mahasiswa memahami penggunaan sistem akademik yang akan digunakan dalam menunjang proses perkuliahan selama menjadi mahasiswa.
Mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan program studi yang ada di UM Papua. Program studi yang diperkenalkan meliputi Ilmu Komunikasi, Ilmu Komputer, Psikologi, Ilmu Lingkungan, Kewirausahaan, dan Hukum.
Pengenalan program studi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bidang keilmuan yang mereka tempuh sekaligus memperkenalkan lingkungan akademik di masing-masing program studi.
Mahasiswa baru mendapatkan informasi mengenai Unit Pelaksana Teknis (UPT), khususnya layanan perpustakaan dan laboratorium yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung kegiatan akademik dan pengembangan keterampilan.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta menghasilkan berbagai inovasi dan karya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan perkuliahan, tetapi juga berani menuangkan gagasan dan mengembangkan potensi melalui berbagai bidang kegiatan mahasiswa.
Pengenalan PKM diharapkan dapat mendorong mahasiswa baru untuk mulai membangun budaya akademik yang kreatif dan produktif sejak awal perkuliahan. Mahasiswa juga diharapkan dapat memanfaatkan berbagai peluang program dan pendanaan yang tersedia sehingga mampu menghasilkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kampus dan masyarakat.
Rangkaian PKKMB juga diisi dengan sosialisasi organisasi mahasiswa yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan kehidupan organisasi di lingkungan kampus serta berbagai ruang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan berorganisasi.
Kehadiran organisasi mahasiswa diharapkan dapat menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri, membangun relasi, memperoleh pengalaman, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampus maupun masyarakat.
*_Dorong Mahasiswa Selesaikan Studi Tepat Waktu, Aktif Ikuti kegiatan Akademik dan Kemahasiswaan_*
Pada akhir rangkaian kegiatan, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Papua, Dr. Syarifuddin, M.I.Kom., memberikan arahan sekaligus menutup pelaksanaan PKKMB Tahun Akademik 2026/2027. Ia menegaskan bahwa PKKMB merupakan ruang untuk memberikan pembekalan dan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan kampus, bukan sebagai kegiatan perpeloncoan.
“PKKMB ini murni memberikan pencerahan-pencerahan seputar dunia kampus,” ujarnya.
Dr. Syarifuddin mendorong mahasiswa baru untuk serius mengikuti perkuliahan dan memanfaatkan masa studi dengan sebaik-baiknya agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Ia mengingatkan mahasiswa untuk rajin ke kampus, belajar, berdiskusi, dan mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan.
“Normalnya mahasiswa selesai itu empat tahun. Jangan lebih dari empat tahun kalau misalnya Anda serius kuliah,” tegasnya.
Selain itu, Dr. Syarifuddin mengajak mahasiswa baru untuk menjadi pribadi yang mampu memberikan dampak positif bagi diri sendiri, lingkungan kampus, maupun masyarakat. Ia juga mengimbau mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan sistem perkuliahan maupun SIAKAD agar tidak ragu bertanya kepada dosen dan senior.
“Dan terakhir, jadilah mahasiswa yang berdampak. Mahasiswa harus berdampak, berdampak pada dirinya sendiri maupun dengan orang lain,” pesannya.


0 Komentar