Jayapura, Papua Terbit,-Giliran kelurahan vim September 2026 menerima bantuan pangan beras 10 Kilogram selama tiga bulan tanpa minyak goreng
Kepala Lurah Vim, Maranatha Siregar, mengatakan penyaluran bantuan pangan beras akan di distribusikan kepada warganya pada awal bulan September 2026 akan dialokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.
"Kami akan rapat bersama masing masing RT/RW untuk mendata warga penerima bantuan beras September untuk tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, September. Karena tiga bulan, kuotanya bertambah,"kata Maranatha kepada media Papua Terbit, di ruangan kerjanya. Kamis (27/8/26).
Siregar menjelaskan, berdasarkan data yang diterima, penerima bantuan pangan di Kelurahan Vim, Distrik Abepura Kota Jayapura mencapai 1.403 jiwa, dengan total beras yang masuk sekitar 4.209 karung. Setiap kepala keluarga (KK) menerima tiga karung beras, masing-masing berisi 10 kilogram, sehingga total bantuan yang diterima satu KK mencapai 30 kilogram beras.
Ia kembali menegaskan, bulan September berbeda dengan penyaluran sebelumnya pada Juni, bantuan kali ini hanya berupa beras dan tidak disertai minyak goreng.
“Kalau bulan Juni kemarin itu beras dan minyak goreng. Untuk September ini hanya beras saja, tidak ada minyak goreng,” jelasnya.
Menurut Siregar, besarnya jumlah penerima bantuan juga menjadi gambaran bahwa masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah. Namun, menentukan siapa yang benar-benar masuk kategori tidak mampu bukan perkara mudah karena data penerima ditentukan melalui sistem pemerintah pusat.
Ia menyebutkan data masyarakat yang diusulkan kelurahan masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui aplikasi SIKS-NG. Data tersebut kemudian terhubung dengan data kependudukan sehingga status pekerjaan maupun kondisi dalam satu kartu keluarga dapat memengaruhi hasil verifikasi.
"Ketika kita usul Nomor Induk Kependudukan(NIK)seseorang data itu terbaca di pusat. Kadang meskipun di sini dia pensiunan, tetap ada faktor pekerjaan yang terbaca,” ujarnya.
Terkait penyaluran bantuan beras salah sasaran, maka Kelurahan Vim mengoptimalkan koordinasi dengan para ketua RT dan RW yang paling mengetahui kondisi warga secara langsung.
"Jika tidak ada nama pihaknya akan mengusahakan beras,artinya bantuan beras bisa terasa oleh masyarakat seperti pesan pak walikota Jayapura Abisai Rollo,"jelasnya
Sebelum daftar penerima resmi keluar,Tutur erlebih dahulu mengundang RT/RW untuk melakukan pengecekan data berdasarkan nama dan alamat. Data tersebut kemudian diperiksa untuk memastikan apakah penerima masih berdomisili, sudah meninggal dunia, atau telah pindah.
"Yang tahu kondisi warga itu RT/RW. Jadi data kami cocokkan dengan data dari RT/RW,"jelasnya.
Sehingga langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya penerima yang sudah tidak berada di wilayah Kelurahan Vim sehingga kuota bantuan dapat dimanfaatkan oleh warga yang benar-benar membutuhkan sesuai ketentuan.
Siregar berharap ke depan data penerima bantuan dapat lebih mengakomodasi kondisi riil masyarakat di tingkat RT/RW. Ia juga mendorong warga untuk lebih tertib dalam administrasi kependudukan, terutama bagi masyarakat yang pindah domisili.
"Kalau bisa datanya mengikuti data yang ada di RT/RW. Kami sejak awal juga sudah berkoordinasi dengan operator SIKS-NG agar warga yang memang betul-betul membutuhkan dapat diusulkan,” katanya.
Ia mengakui masih terdapat warga yang belum terakomodir dalam penyaluran bantuan sebelumnya yang di sebabkan kemungkinan berkaitan dengan proses verifikasi dan penilaian yang dilakukan pemerintah pusat.
Karena itu, masyarakat diminta aktif memperbarui data kependudukan agar tidak mengalami kendala ketika pemerintah menyalurkan berbagai program bantuan.
"Ya kalau pindah, urus surat pindah. Kita tidak tahu masyarakat ini tinggal di sini menetap atau hanya sementara. Jadi kami berharap masyarakat lebih sadar lagi terkait administrasi kependudukan,” pungkasnya.
Ia menambahkan,penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026, pihaknya akan menyampaikan surat pemberitahuan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan penyaluran pada awal September mendatang.(Epen)

0 Komentar