Jayapura, Papua Terbit,- Panitia Konferensi III Masyarakat Adat dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi memastikan seluruh persiapan H-2 menjelang pelaksanaan konferensi telah memasuki tahap akhir yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 7-9 Oktober 2026, di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura.
Ketua Panitia Konferensi III Masyarakat Adat dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi, Yulianus Dwa, SKM., mengatakan persiapan panitia hingga H-2 pelaksanaan telah di tetapkan seratus (100)persen selesai mulai dari lokasi, materi hingga undangan kepada delegasi.
Hal itu disampaikan Yulianus saat memberikan keterangan kepada wartawan di Sekretariat Panitia Konferensi III Masyarakat Adat dan Pemuda I Wilayah Mamta-Tabi di Abepura, Kota Jayapura, Minggu (4/10/2026).
"Dari sisi kesiapan kami panitia telah siap dari fisik dan mental,panitia untuk lokasi,kemudian hal-hal yang lain, undangan dan delegasi sudah hampir 90 persen masuk ke kami," ujar Yulianus.
Ia menjelaskan, masih terdapat dua Dewan Adat Daerah (DAD) yang belum menyampaikan delegasi, yakni Sentani dan Dofonsoro Utara yang merupakan kewenangan Dewan Adat Papua dan Dewan Adat Wilayah Mamta-Tabi.
"Persoalan delegasi Itu bukan menjadi kewenangan panitia pelaksana.Tugas kami panitia untuk menyukseskan kegiatan dari tanggal 7 sampai tanggal 9. Kami sudah sangat siap," katanya.
Dari sisi materi, Yulianus menyebut seluruh bahan konferensi telah dipersiapkan. Para pemateri yang diundang juga telah menerima undangan.
Menurutnya, Gubernur Papua telah memastikan kehadirannya dalam konferensi. Panitia berharap kehadiran gubernur menjadi momentum untuk menyatukan visi antara pemerintah dan masyarakat adat Mamta-Tabi.
"Kami sangat bersyukur karena semoga di momentum ini masyarakat adat Mamta-Tabi dengan Pak Gubernur dalam kepemimpinannya dapat bersama-sama menyatukan visi,"ujarnya.
Untuk agenda selama tiga Hari Pelaksanaan,Yulianus menjelaskan, hari pertama konferensi akan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri sejumlah tokoh dan pemateri utama.
Lanjutnya,setelah pembukaan, agenda dilanjutkan dengan penyampaian materi dan stadium general. Sementara hari kedua akan difokuskan pada pelaksanaan pleno-pleno hingga pembahasan hasil-hasil komisi.
Panitia menargetkan hasil pembahasan dapat dirumuskan dalam konferensi, termasuk proses penentuan pimpinan Dewan Adat Wilayah Mamta-Tabi untuk periode lima tahun ke depan serta kepemimpinan pemuda adat di wilayah Mamta-Tabi.
"Dari hari kedua kita fokus dengan pleno-pleno. Sampai malam hari kita berharap sudah mendapatkan hasil-hasil, baik rumusan dari komisi-komisi maupun hasil dari proses penentuan pemimpin,"jelasnya.
Terkait bakal calon pimpinan, Yulianus menegaskan hal tersebut bukan kewenangan panitia pelaksana atau Organizing Committee (OC). Mekanisme pemilihan dan penetapan pimpinan menjadi kewenangan Steering Committee (SC) dan akan dibahas dalam persidangan konferensi dalam pleno ke empat.
“Kalau untuk bakal calon itu bukan kewenangan kami OC. Itu kewenangan teman-teman Steering Committee yang sudah mencoba meramu dalam sebuah mekanisme,” katanya.
Yulianus mengajak masyarakat Mamta-Tabi untuk ikut hadir dan menyukseskan konferensi yang akan berlangsung di Sentani tersebut.
Menurutnya, konferensi menjadi momentum bagi masyarakat adat Mamta-Tabi untuk memperkuat persatuan sekaligus menunjukkan eksistensi masyarakat adat di tengah perubahan zaman.
“Kami mengimbau kepada semua masyarakat Mamta-Tabi, mulai dari Keerom sampai Mamta-Tabi, datang berbondong-bondong. Kita sukseskan konferensi kita,” ujarnya.
Yulianus menegaskan konferensi Dewan Adat Mamta-Tabi ini menjadi yang pertama dari wilayah adat lainnya dalam mempersiapkan diri menuju Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua.
"Konferensi juga diharapkan menjadi salah satu langkah persiapan menuju Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) V yang akan berlangsung di Manokwari Selatan,"pungkasnya (Epen)

0 Komentar