Jayapura,Papua Terbit,-Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL)di tanah Papua menggelar syukuran HUT Ke-21 tahun untuk memperkuat persatuan,budaya dan karakter di tanah rantau yang berlangsung di salah satu cafe kota Jayapura,Sabtu(17/10/26)
Ketua Umum Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) se-Tanah Papua, Christian Sohilait, menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat konsolidasi, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi warga Maluku bagi pembangunan di Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Christian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 IKEMAL di Tanah Papua.
Christian menyebutkan, hingga saat ini IKEMAL telah melakukan konsolidasi terhadap 26 cabang yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.
Ke depan, IKEMAL menargetkan pembentukan 42 cabang pada 2027 sebagai upaya memperluas jangkauan organisasi dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat Maluku di berbagai wilayah.
“Dalam periode kepengurusan ini, kami telah berupaya melakukan konsolidasi terhadap 26 pengurus Ikatan Keluarga Maluku di seluruh Tanah Papua, yang terdiri dari enam provinsi dan 26 cabang. Target kita, 42 cabang akan terbentuk pada tahun 2027 mendatang,” ujar Christian.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam membangun dan mempertahankan IKEMAL hingga memasuki usia ke-21 tahun.
Menurutnya, perjalanan organisasi tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu yang telah meletakkan dasar persatuan dan persaudaraan warga Maluku di Tanah Papua.
Christian juga mengenang kontribusi warga Maluku, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, dalam membangun persekutuan keluarga Maluku hingga berkembang seperti saat ini.
“Atas nama pengurus Ikatan Keluarga Maluku, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah menghadirkan dan membangun Ikatan Keluarga Maluku di Tanah Papua,” katanya.
"IKEMAL Hadir untuk Keluarga, Pemerintah, Agama, dan Masyarakat*
Christian menjelaskan, keberadaan IKEMAL selama 21 tahun memiliki makna penting, tidak hanya sebagai wadah pemersatu warga Maluku, tetapi juga sebagai organisasi yang berkomitmen memberikan kontribusi bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Menurutnya, IKEMAL hadir untuk keluarga, baik keluarga yang berada di Maluku maupun warga Maluku yang menetap di perantauan.
Ia menegaskan, organisasi tersebut berupaya menjadi tempat bernaung dan memberikan dukungan bagi keluarga Maluku yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, IKEMAL berkomitmen mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan di seluruh Tanah Papua.
Ia menyebutkan, warga Maluku telah berkiprah di berbagai bidang profesi, mulai dari TNI, Polri, aparatur sipil negara (ASN), sektor swasta, hingga bidang pekerjaan lainnya.
“Banyak anak-anak Maluku yang tersebar di berbagai profesi. Karena itu, IKEMAL hadir untuk memberikan dukungan bagi pembangunan dan pemerintahan di seluruh Tanah Papua,” ujarnya.
Dalam bidang keagamaan, Christian menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Ia menyebutkan, warga Maluku terdiri atas pemeluk agama Kristen dan Islam yang sama-sama memiliki peran dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menyinggung sejarah keterlibatan orang Maluku dalam pelayanan sosial dan keagamaan, termasuk sebagai penginjil, perawat, dan tenaga paramedis.
Menurutnya, semangat pelayanan tersebut perlu terus dipertahankan dan diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi gereja, masjid, serta masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Christian mengingatkan seluruh warga IKEMAL agar terus memegang teguh falsafah hidup Pela Gandong sebagai landasan persaudaraan dan persatuan masyarakat Maluku.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan, latar belakang, maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk memutus ikatan persaudaraan, terutama bagi warga Maluku yang hidup di tanah rantau.
“Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi Pela Gandong tidak akan memisahkan kita orang Maluku. Di mana pun kita berada dan apa pun perbedaan kita, satu hal yang pasti, kita adalah saudara di tanah rantau,” tegasnya.
Christian mengajak seluruh warga Maluku untuk mempertahankan nilai-nilai persaudaraan yang telah diwariskan para pendahulu sekaligus melanjutkan perjuangan mereka dalam membangun organisasi yang solid dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tak lupa Christian menyampaikan selamat HUT ke-21 kepada seluruh keluarga besar IKEMAL di Tanah Papua.
Ia berharap seluruh warga Maluku yang tersebar di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota tetap sehat, kuat, serta terus berkontribusi bagi pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.
“Semoga seluruh warga Maluku di Tanah Papua tetap sehat, kuat, dan terus memberikan kontribusi bagi pemerintah, gereja, masjid, serta seluruh masyarakat,” tutupnya.
Gubernur Papua mengajak masyarakat Maluku di Tanah Papua untuk terus memperkuat persatuan, menjaga identitas budaya, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan melalui sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Suzanna D. Wanggai, pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua.
Suzanna mengatakan, perayaan Hut IKEMAL menjadi momentum penting untuk mempererat ikatan kekeluargaan, menjaga nilai-nilai budaya, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan seperti IKEMAL memiliki peran strategis sebagai rumah bersama untuk merawat persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan melestarikan kebudayaan bangsa.
lanjutnya,masyarakat Maluku juga dinilai telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pembangunan di Tanah Papua melalui berbagai bidang pengabdian, mulai dari pendidikan, pelayanan masyarakat, dunia usaha, hingga profesi lainnya.
“ Masyarakat Maluku turut mengambil bagian dalam konstelasi sosial dan ekonomi di daerah ini,” ujarnya.
Suzanna turut menyinggung sejarah pengabdian guru-guru asal Maluku yang telah berperan dalam perkembangan pendidikan dan penyebaran Injil di sejumlah wilayah Papua.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pada 2024 masyarakat Kampung Ambai memperingati 100 tahun masuknya Injil di kampung tersebut melalui pelayanan guru asal Maluku.
“Di kampung kami, Ambai, tahun 2024 itu kami memperingati 100 tahun guru Ambon membawa Injil masuk ke Kampung Ambai, Lukas Yance Tomasoa,” ungkapnya.
Menurut Suzanna, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Maluku memiliki sejarah panjang dalam pelayanan dan pengabdian di Tanah Papua.
Dalam kesempatan itu, Suzanna juga mengapresiasi moto persaudaraan masyarakat Maluku, yakni “Potong di kuku rasa di daging”, yang mencerminkan kuatnya solidaritas dan kepedulian antar sesama.
Ia menilai, nilai persaudaraan tersebut mengajarkan bahwa kebahagiaan maupun kesulitan yang dialami seseorang merupakan tanggung jawab bersama.
Nilai solidaritas dan empati itu, lanjutnya, perlu terus dipelihara untuk mewujudkan Papua yang damai, inklusif, dan sejahtera.
Pemerintah Provinsi Papua, kata Suzanna, terus berkomitmen mewujudkan transformasi Papua yang adil, sejahtera, dan berkelanjutan melalui visi pembangunan Papua Cerdas.
Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar Maluku di Tanah Papua.
Dukungan tersebut diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal, menjaga keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
Secara khusus, Suzanna berpesan kepada generasi muda Maluku di Tanah Papua agar terus belajar, berkarya, dan berprestasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya yang diwariskan para pendahulu.
Ia berharap generasi muda mampu menghormati warisan budaya sekaligus terbuka terhadap perkembangan zaman, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat Papua yang majemuk.
“Bawalah nilai-nilai luhur budaya Maluku untuk memperkaya kehidupan sosial masyarakat Papua yang majemuk,” pesannya.
Suzanna menegaskan, kemajuan Papua hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah dan seluruh elemen masyarakat berjalan bersama melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.
“Mari kita jaga Tanah Papua sebagai rumah bersama, tempat setiap orang merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang,” ajaknya.
Ia berharap perayaan HUT ke-21 IKEMAL di tanah Papua menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, mempererat hubungan antargenerasi, serta meningkatkan kontribusi nyata keluarga besar Maluku bagi pembangunan di Provinsi Papua.(Epen)


0 Komentar