Kisah Mantri BRI Jayapura, Sahabat UMKM Menembus Batas Dampingi Pelaku Usaha Buka Peluang Ekonomi Baru

 


Jayapura,Papua Terbit,- Menjadi seorang Mantri Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Jayapura bukan sekadar menawarkan produk perbankan atau menyalurkan kredit kepada masyarakat. Di balik tugas tersebut, ada tanggung jawab besar untuk membangun kepercayaan, mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka akses layanan keuangan hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.

Hal itu menjadi bagian dari keseharian Imelda Manggotu, salah satu Mantri BRI Unit Jayapura, Region 18 Jayapura. Dalam menjalankan tugasnya, Imelda menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan antarbank, kondisi geografis wilayah kerja, hingga membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan BRI.

Imelda mengungkapkan, wilayah kerjanya meliputi empat kelurahan di Kota Jayapura, yakni Gurabesi, Bhayangkara, Mandala, dan Tahima Soroma untuk proses kreditnya

Di wilayah tersebut, ia juga membina enam Agen BRILink yang menjadi mitra BRI dalam memperluas akses layanan perbankan kepada masyarakat. Salah satunya Agen BRILink Ria Utami yang beroperasi di kawasan APO, Kelurahan Bhayangkara, bersama Agen Toko Obat Berkah.

Menurut Imelda, keberadaan Agen BRILink sangat membantu tugas Mantri, terutama dalam menjangkau nasabah yang membutuhkan kemudahan transaksi perbankan.

"Peran kami sebagai Mantri adalah bagaimana membangun pendekatan kepada nasabah, baik yang ingin menabung maupun menyimpan dana di BRI, termasuk masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk proses pengajuan kredit," jelasnya.



Ia mengatakan, tanggung jawab seorang Mantri tidak berhenti ketika nasabah mengajukan pinjaman. Mantri harus melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan untuk memastikan keberadaan dan kondisi usaha calon debitur.

Langkah tersebut penting untuk memastikan kredit diberikan sesuai kebutuhan dan menghindari penyalahgunaan dana pinjaman.

"Ketika ada pengajuan kredit, kami harus benar-benar melakukan pengecekan di lapangan. Apakah yang bersangkutan benar memiliki usaha atau tidak. Kalau tidak didalami, kemudian kredit dicairkan dan terjadi penyalahgunaan, itu menjadi tanggung jawab kami sebagai petugas lapangan," ungkapnya.

Karena itu, menurut Imelda, pekerjaan sebagai Mantri membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, serta ketulusan dalam melayani masyarakat.

Persaingan Perbankan dan Tantangan Geografis

Bekerja di wilayah perkotaan seperti Jayapura memiliki tantangan tersendiri. Imelda menyebutkan, persaingan antarbank menjadi salah satu tantangan dalam memperluas jangkauan layanan dan mendapatkan kepercayaan nasabah.

Sejumlah bank besar juga menawarkan layanan simpanan dan penyaluran kredit kepada masyarakat, sehingga Mantri BRI dituntut mampu membangun komunikasi dan hubungan baik dengan calon nasabah maupun pelaku UMKM.

"Di Kota Jayapura, bank bukan hanya satu. Ada Mandiri, BNI, BCA, BTN dan bank lainnya yang juga menyalurkan kredit. Tantangan kami adalah bagaimana melakukan pendekatan kepada nasabah agar mereka mau menabung dan mendapatkan fasilitas KUR melalui BRI," katanya.

Selain persaingan perbankan, kondisi geografis wilayah kerja juga menjadi tantangan tersendiri.

Tidak semua lokasi usaha dan tempat tinggal nasabah mudah dijangkau kendaraan. Beberapa wilayah berada di kawasan perbukitan sehingga Mantri harus berjalan kaki dan menaiki tangga untuk menemui nasabah.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Imelda dalam menjalankan tugas pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, keberadaan Agen BRILink menjadi salah satu pendukung penting dalam pelayanan BRI kepada masyarakat.

Imelda mencontohkan kerja sama dengan Agen BRILink Ria Utami yang dinilainya sangat membantu, khususnya dalam melayani nasabah yang belum terbiasa menggunakan teknologi perbankan.

Ketika nasabah ingin membayar angsuran kredit, tetapi mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan digital, Imelda mengarahkan mereka untuk melakukan transaksi melalui Agen BRILink terdekat.

"Misalnya ada nasabah yang belum terlalu melek teknologi dan ingin menyetor angsuran, kami arahkan ke Ibu Ria Utami di kawasan APO. Beliau membantu menerima setoran angsuran nasabah, kemudian mengirimkan bukti setoran kepada saya sehingga saya bisa memastikan pembayaran sudah dilakukan," jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Agen BRILink memiliki tingkatan berdasarkan volume penjualan dan transaksi. Agen BRILink Ria Utami sendiri telah mencapai kategori Juragan Spesial, yang menunjukkan volume transaksi pada tingkat tersebut.

Bentuk dukungan lainnya adalah layanan pickup service, yakni Mantri BRI mendatangi langsung Agen BRILink untuk menjemput setoran uang.

Melalui layanan ini, agen tidak perlu selalu datang dan mengantre di kantor bank untuk menyetorkan uang hasil transaksi.

Imelda menjelaskan, dirinya secara rutin berkomunikasi dengan agen sebelum melakukan penjemputan untuk memastikan ketersediaan setoran.

"Kalau ada setoran, berapa pun nominalnya pasti saya jemput. Biasanya sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 WIT. Tetapi kalau akhir bulan, terkadang kami juga melakukan penjemputan sampai malam," ungkapnya.

Bahkan, pelayanan tetap diupayakan berjalan ketika hari libur apabila terdapat kebutuhan transaksi dan aktivitas pelayanan yang harus dilakukan.

Bagi Imelda, menjadi Mantri BRI bukan hanya tentang mencapai target pekerjaan, tetapi juga bagaimana hadir di tengah masyarakat, membangun hubungan kepercayaan, serta memberikan kemudahan akses layanan keuangan.

Melalui pendampingan nasabah, pembinaan Agen BRILink, dan pelayanan langsung ke lapangan, Mantri BRI menjadi salah satu ujung tombak dalam memperluas akses perbankan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Jayapura.

Sebab, di balik setiap nasabah dan pelaku UMKM yang dilayani, ada upaya membangun kepercayaan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Sementara itu, Ria Utari, salah satu agen BRILink di Kota Jayapura, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BRI Cabang Jayapura atas dukungan terhadap pengembangan usahanya melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ria mengungkapkan, dirinya telah menjalankan usaha sebagai agen BRILink selama kurang lebih lima tahun. Selama menjalankan usaha tersebut, ia merasakan manfaat layanan BRILink, baik bagi dirinya sebagai pelaku UMKM maupun masyarakat yang menjadi nasabah.

Menurut Ria, keberadaan agen BRILink sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan transaksi keuangan, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan akses menuju ATM atau kantor bank.

"BRILink membantu masyarakat supaya lebih mudah melakukan transaksi. Kalau sebelumnya harus pergi jauh mencari ATM, sekarang mereka bisa langsung datang ke agen BRILink terdekat untuk mengirim uang kepada keluarga atau melakukan penarikan tunai," ungkap Ria.

Selain melayani transfer dan penarikan uang tunai, usaha BRILink yang dikelolanya juga menyediakan layanan pengisian saldo atau top-up, termasuk OVO dan berbagai kebutuhan transaksi lainnya.

Ia menjelaskan, usaha tersebut memberikan keuntungan bagi agen melalui biaya administrasi transaksi, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan layanan keuangan sehari-hari.

Ria juga mengungkapkan bahwa hubungan kerja sama dengan pihak BRI, khususnya Mantri BRI, selama ini berjalan dengan baik. Komunikasi dan pendampingan yang diberikan turut membantu kelancaran operasional usahanya.

Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat ketika agen membutuhkan tambahan uang tunai untuk melayani transaksi nasabah.

"Kalau uang tunai di tempat usaha sudah habis, kami tinggal berkomunikasi dengan pihak terkait untuk membantu pengisian kembali, sehingga kami bisa kembali melayani nasabah yang datang bertransaksi," jelasnya.

Ria berharap dukungan BRI terhadap agen BRILink dan pelaku UMKM di Kota Jayapura terus ditingkatkan. Dengan demikian, keberadaan agen BRILink tidak hanya membantu mengembangkan usaha masyarakat, tetapi juga mempermudah akses layanan keuangan hingga ke lingkungan tempat tinggal warga.(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar