Pesan Natal IKEMAL Papua :Orang Maluku Wajib Tidak Cerita Orang Lain Punya Masalah


Jayapura, Papua Terbit,- Perayaan  natal ikatan keluarga Maluku(Ikemal) di tanah Papua penuh sukacita dengan puji-pujian dengan tema nasional “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,"

Sub tema yang diangkat, “Melalui Natal Katong Wujudkan Cinta deng Kasih, Seng Lia Ale Pung Kurang deng Beta Pung Labe,"berlangsung di salah satu hotel kota Jayapura,Sabtu(20/12/25)

Ketua Panitia Natal IKEMAL, Stanley Sumeisey menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terselenggaranya Perayaan Natal tersebut yang berjalan dengan lancar dan penuh makna. 

Ia menjelaskan bahwa meskipun persiapan kegiatan hanya dilakukan dalam waktu dua hari, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik berkat kerja sama, kebersamaan, dan dukungan dari semua pihak.

Sumeisey menuturkan bahwa tema dan subtema Natal yang diangkat dalam perayaan tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam bagi seluruh warga Maluku di Tanah Papua. 

“Perayaan Natal ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap bersatu, saling mengasihi, dan bergandengan tangan dalam membangun kehidupan yang harmonis di tanah rantau,” ucap  Sumeisey.


Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Papua, Christian Sohilait, mengatakan pentingnya semangat persaudaraan dan kebersamaan dan saling menerima dalam kasih yang tulus bagi seluruh warga Maluku di Tanah Papua.

Christian Sohilait mengakui bahwa dalam satu tahun terakhir, IKEMAL mengalami dinamika yang cukup berat, terutama saat momentum Pilkada, yang sempat memicu perbedaan pilihan politik hingga berdampak pada renggangnya relasi sosial antar warga.

“Dalam Pilkada kita diberi kebebasan memilih, namun perbedaan itu sempat menjadi potensi perpecahan, sampai ada yang tidak saling menyapa,” ujarnya.

Karena itu, menurut Christian, perayaan Natal membawa tema pesan yang sangat kuat bagi warga Maluku.

""Mulai hari ini sampai dengan tahun depan,dan seterusnya orang Maluku, wajib tidak cerita orang punya masalah. Tidak cerita orang punya beban, begitu. Tidak lihat orang punya masalah, tapi mari lihat kita punya kebersamaan.

Ia mengajak seluruh warga Maluku di Tanah Papua  seterusnya meninggalkan sikap saling menyalahkan, serta fokus pada kebersamaan.


Christian juga mendorong tahun 2026 sebagai tahun prestasi bagi warga Maluku di semua bidang. Ia mengajak setiap individu untuk berkontribusi melalui kinerja dan pencapaian sesuai profesi masing-masing, baik sebagai TNI, Polri, ASN, pekerja swasta, guru, maupun hamba Tuhan.

“Kalau kita sibuk bikin prestasi, waktu kita akan habis untuk hal-hal positif dan kita lupa pada hal-hal negatif,” katanya.

Menurutnya, prestasi yang diraih tidak hanya berdampak bagi individu, tetapi juga membantu pemerintah serta memberikan kontribusi nyata bagi lembaga keagamaan dan masyarakat secara luas.

Sementara Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menyampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama kehidupan sosial. Dari keluargalah lahir nilai-nilai iman, kasih, toleransi dan kepedulian. 

"Peran keluarga dan organisasi kemasyarakatan seperti Ikatan Keluarga Maluku sangatlah strategis dalam mendukung pembangunan Papua yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan,"ujarnya

Tak lupa Rumaropen menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Panitia Natal Ikatan Keluarga Maluku di Tanah Papua, 

Rumaropen mengajak seluruh masyarakat Ikatan Keluarga Maluku di Tanah Papua untuk menjadikan kasih sebagai dasar dalam setiap relasi sosial.

" Jadilah pembawa damai, penyejuk di tengah perbedaan, serta teladan dalam membangun kehidupan yang rukun dan harmonis. Semangat saling mengasihi, tidak memandang kekurangan dan kelebihan, harus terus ditanamkan, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat,"tutupnya (Epen)

Posting Komentar

0 Komentar