Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Kota Jayapura melalui Kelurahan Bhayangkara menyalurkan bantuan pangan (sembako) kepada 1.728 warga penerima manfaat, pembagian ini merupakan alokasi untuk periode Februari hingga Maret 2026 yang diproses pada 14 April 2026, pembagian sembako ini menyasar sekitar 10% dari total warga Kelurahan Bhayangkara yang Membutuhkan.
Pelaksanaan Tugas Kepala Kelurahan Bhayangkara Roberto Yohanes Monim S,.I.P,,. M.S.O menyampaikan, kegiatan ini bagian dari program Visi dan Misi Walikota Jayapura Abisai Rollo, yang menjangkau 25 kelurahan dan 14 kampung di Kota Jayapura. Kelurahan Bhayangkara menjadi salah satu lokasi prioritas untuk masyarakat yang lebih Membutuhkan.
"Dari total daftar penerima bantuan ini, nama-nama yang dibagikan di sini mencapai 1.728 orang," ujar Pelaksanaan Tugas Kepala Kelurahan Bhayangkara Roberto Yohanes Monim S,.I.P,,. M.S.O saat ditemui Wartawan Papua Terbit di lokasi pembagian, Selasa (14/4/2026) Sore.
Menurutnya, pembagian sembako ini berlangsung selama dua bulan terakhir, khususnya Maret, sebagai upaya menekan harga bahan pokok. "Untuk bulan-bulan ke depan seperti Agustus, November, hingga Desember, program ini akan digelar lagi. Kami selalu siap, tapi akan dikoordinasikan dengan Bagian Pangan Bulog dan dinas terkait," tambahnya.
Pembagian dilakukan secara tepat sasaran melalui verifikasi data yang ketat. Sebelumnya, telah ada sosialisasi dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jayapura. Warga yang hadir sudah mengumpulkan data pribadi, yang kemudian dimasukkan ke aplikasi resmi Dinsos. "Data sudah tervalidasi, jadi semua penerima hari ini adalah yang terdaftar. Ini bagian dari pelayanan untuk membantu masyarakat mengatasi fluktuasi harga pangan," jelas Roberto.
Roberto menekankan komitmen Pemkot untuk distribusi yang adil. "Target utama adalah semua sembako terdistribusi kepada yang benar-benar membutuhkan. Laporan pertanggungjawaban (SPJ) juga akan kami selesaikan secepat mungkin untuk diserahkan ke pihak berwenang," ungkapnya.
Program ini juga diharapkan mempererat kerukunan sosial. Selain pembagian, ada sosialisasi lanjutan untuk memastikan warga memahami mekanismenya. "Ini bukan hanya bantuan materi, tapi juga bentuk pelayanan publik yang menekan inflasi pangan lokal," tambahnya.(Alex)


0 Komentar