Jayapura, Papua Terbit, Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura, Robby Kepas Awi, S.E., M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan penguatan dan pengembangan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak kewenangan kabupaten/kota yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB Kota Jayapura.
Dalam kegiatan tersebut, Bappeda Kota Jayapura membawakan materi tentang konsep perencanaan serta simulasi partisipasi anak. Materi ini bertujuan mengajak anak-anak agar memiliki kesempatan untuk mengikuti tahapan perencanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah, mulai dari tingkat kampung, kelurahan, hingga Kota.
Robby menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas perangkat daerah agar setiap unsur memiliki peran sesuai bidang tugas masing-masing dalam mendukung pemenuhan hak dan partisipasi anak di Kota Jayapura.
"Tujuan dari materi yang kami sampaikan adalah bagaimana mengajak anak sehingga mereka juga punya kesempatan untuk mengikuti tahapan perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah, mulai dari kampung, kelurahan sampai dengan Kota,"kata Robby.
Ia menambahkan, kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk melanjutkan program-program yang berpihak pada anak. Menurutnya, forum diskusi yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan program lanjutan ke Depan.
"Yang kami rasakan dari hari kemarin sangat luar biasa, secara lintas perangkat daerah untuk melaksanakan tahapan-tahapan yang sama-sama kita diskusikan untuk kelanjutan program ke depan di Kota Jayapura,”tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini didanai melalui dana otonomi khusus, sehingga melibatkan kampung-kampung di lima distrik di Kota Jayapura. Pada pembukaan kegiatan, peserta hadir dari Distrik Heram dan Distrik Abepura, dengan total 30 peserta yang terdiri dari perwakilan Forum Anak, pendamping anak tiap kampung, serta aparat Kampung.
Robby menegaskan, kegiatan ini harus ditindaklanjuti oleh pemerintah distrik, kelurahan, dan kampung, terutama dalam pembentukan forum-forum anak di tingkat kampung, kelurahan, maupun Distrik.
Saat ini, dari 14 kampung yang didampingi, baru 7 kampung yang telah memiliki surat keputusan kepala kampung terkait Forum Anak. Kondisi itu, kata Robby, menjadi perhatian sekaligus dorongan agar kampung-kampung lain segera menyusul.
"Yang 7 kampung sisanya nanti kami dorong untuk segera, kemudian dalam program kegiatan yang ada di kampung, kelurahan, dan distrik itu juga mengakomodir kepentingan anak-anak,"ucap Robby.
Ia menambahkan, anak-anak harus diberi ruang berpartisipasi melalui kampung dan kelurahan, agar suara dan kepentingan mereka benar-benar masuk dalam proses pembangunan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat layanan bagi anak sekaligus mendorong terwujudnya Kota Jayapura yang lebih ramah Anak.(Alex)

0 Komentar