Jayapura, Papua Terbit,- Ketua Komisi D DPR Kota Jayapura, Adelia Lusyana Watak, langsung turun ke lokasi kebakaran di kawasan padat penduduk dok 8, Kamis (7/5/2026) kemarin, kunjungan ini bertujuan memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak musibah, sekaligus memantau kondisi lapangan secara langsung. Beruntung, kebakaran yang melahap beberapa rumah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, meski meninggalkan kerugian material yang signifikan bagi Warga.
Dalam wawancara singkat usai meninjau lokasi, Adelia menjelaskan tiga tujuan utama kunjungannya. "Pertama, memberikan dukungan moril kepada masyarakat yang terkena musibah. Kedua, melihat keperluan-keperluan mereka yang dibutuhkan. Ketiga, mengecek apakah sudah ada penanganan atau tidak, serta memastikan apakah ada korban jiwa," ungkapnya.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. "Puji Tuhan, tidak ada korban jiwa. Hanya saja, ada beberapa rumah yang memang dihabiskan habis oleh api," tambah Adelia. Api diduga berasal dari korsleting listrik akibat lonjakan daya mendadak, yang disebabkan oleh kelalaian pihak PLN dalam proses pergantian kabel tanpa koordinasi memadai dengan masyarakat setempat.
Komisi D tidak tinggal diam. Adelia menyatakan langkah lanjut yang akan diambil, mulai dari mengumpulkan informasi lebih lanjut dari PLN. "Dari laporan masyarakat, ini bentuk kelalaian PLN. Saat pergantian kabel, tidak ada koordinasi baik dengan masyarakat, sehingga daya listrik naik tiba-tiba sangat tinggi dan menyebabkan korsleting," tegasnya.
Lebih lanjut, politisi perempuan ini berencana menggelar rapat evaluasi untuk mencegah kejadian serupa. "Kami akan membuka ruang komunikasi dengan dinas terkait agar hal seperti ini tidak terulang. Harus lebih hati-hati lagi. Untuk pertanggungjawaban, kita lihat ke depannya seperti apa," katanya.
Adelia juga menyoroti kondisi warga pasca-kebakaran. "Warga sangat terpukul. Rumah-rumah hangus, mereka keluar hanya dengan baju di badan. Kerugiannya luar biasa," ujarnya.
Ia berjanji kembali ke lokasi pada Jumat (8/5/2026) besok untuk menilai kebutuhan mendesak seperti pakaian, sandal, dan bahan pokok Makanan.
Kawasan dok 8 yang padat penduduk kembali menjadi sorotan karena kerentanan terhadap kebakaran berulang. Adelia menekankan perlunya perhatian serius dari Pemerintah Kota Jayapura. "Kita berharap Pemkot lebih memperhatikan arus listrik di kawasan padat penduduk seperti ini. Harus ada evaluasi menyeluruh agar tidak ada lagi musibah Serupa," pintanya.
Kejadian ini mengingatkan pada sejumlah insiden kebakaran sebelumnya di Jayapura, yang sering kali dipicu oleh instalasi listrik yang overload di permukiman kumuh. Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura mencatat setidaknya lima kebakaran serupa sepanjang 2025, dengan mayoritas disebabkan korsleting. Komisi D kini mendorong percepatan program normalisasi jaringan listrik dan edukasi keselamatan bagi Warga.(Alex)


0 Komentar