Telkom Resmikan Infrastruktur Kabel Laut Pukpuk, Jayapura Jadi Konektivitas Digital Baru di Indonesia Timur

 


Jayapura, Papua Terbit,-Kota Jayapura kini resmi terhubung langsung dengan jaringan komunikasi internasional setelah peresmian infrastruktur kabel laut Pukpuk hasil kerja sama Telkom Indonesia dan PNG DataCo yang menghubungkan Indonesia dengan Papua Nugini.

Sambutan Gubernur Papua yang dibacakan Pj. Sekda Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyebut pembangunan kabel laut Pukpuk merupakan bagian dari upaya mempercepat transformasi digital dan pemerataan pembangunan dari wilayah timur Indonesia.

"Infrastruktur digital bukan sekadar jaringan, tetapi menjadi fondasi penting untuk mendorong kemajuan bangsa, membuka akses masyarakat, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat regional maupun global,” ujarnya.

Menurut Sohilait, pembangunan konektivitas digital di Papua memiliki nilai strategis karena mampu membuka keterisolasian wilayah, mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital.

Direktur Wholesale and International Service Telkom Indonesia, Budi Satria Dharma Purba, mengatakan proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi Telin dengan PNG DataCo dalam membangun konektivitas lintas negara dari vanimo Papua Nugini menuju Jayapura melalui kabel laut Pukpuk.

Ia menjelaskan sebelumnya lalu lintas komunikasi dan internet Papua Nugini harus melalui Australia sebelum menuju Singapura dan kembali ke Indonesia. Dengan hadirnya kabel laut Pukpuk, akses komunikasi kini dapat dilakukan lebih cepat melalui Jayapura.

"Jayapura kini menjadi hub baru untuk akses global," katanya.

Menurut pihak Telin, dalam konsep penataan kabel laut nasional terdapat empat gerbang utama konektivitas internasional, yakni Batam, Manado, Kupang, dan Jayapura. Selama ini sebagian besar kabel laut terkonsentrasi di Batam yang terhubung ke Singapura.

Dengan beroperasinya kabel laut Pukpuk, posisi Jayapura diperkuat sebagai pintu gerbang digital baru di kawasan timur Indonesia sekaligus memperluas jalur konektivitas internasional menuju kawasan Pasifik.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menegaskan Telkom sebagai BUMN tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan nasional melalui pemerataan infrastruktur digital.

"Bagi kami, membangun Papua bukan pilihan, tetapi sebuah keharusan. Papua memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar,"ujarnya.

Menurut Dian, peningkatan konektivitas digital akan berdampak terhadap pengembangan UMKM, pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan, hingga pelayanan publik lainnya di Papua.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menyampaikan bahwa pemerataan infrastruktur digital menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

"Hari ini kita bersyukur karena di ujung timur Indonesia sudah hadir konektivitas bukan hanya Jayapura ke Papua Nugini, tetapi Jayapura ke dunia,"ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Telkom juga mengakui tantangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua cukup besar karena kondisi geografis yang berat, mulai dari wilayah pegunungan hingga daerah pesisir terpencil.

Meski demikian, pembangunan infrastruktur digital di Papua terus dilakukan melalui pengembangan kabel laut, jaringan darat, microwave, hingga layanan berbasis satelit.

Selain kabel laut Pukpuk, Telkom juga telah menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung seperti community gateway di Merauke dan data center di Jayapura untuk meningkatkan kualitas layanan digital di wilayah timur Indonesia.

Chief Executive Officer PNG DataCo Limited, Paul Komboi, mengatakan kerja sama pembangunan kabel laut Pukpuk telah dimulai sejak 2016 melalui berbagai pertemuan dan kesepakatan antara kedua perusahaan.

Menurutnya, pengoperasian kabel laut tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan konektivitas digital antara Indonesia dan Papua Nugini serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Pasifik.

"Ini bukan sekadar penyelesaian proyek, tetapi awal dari manfaat nyata yang akan dirasakan masyarakat,"katanya.

Chief Executive Officer PNG DataCo Limited, Paul Komboi, Obe, GCL menyampaikan bahwa PNG DataCo dan Telin mulai menjalin kerja sama pembangunan kabel laut Pukpuk setelah serangkaian kunjungan eksekutif kedua perusahaan ke Jakarta, Bali, Jayapura, hingga Port Moresby.

"Sebagian besar, kami meresmikan kemitraan kami melalui perjanjian antar pihak pemberi pinjaman dan perjanjian IREU yang meletakkan dasar bagi proyek ini pada Desember 2016," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan kabel modern tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur serat optik dan konektivitas digital di kawasan regional.

"Dan hari ini, Mei 2026, kita berada di sini untuk menyaksikan hal yang paling penting, yaitu aktivasi layanan. Ini adalah momen ketika infrastruktur mulai memberikan nilai nyata. Ini bukan sekadar penyelesaian proyek," katanya.

Menurut Paul Komboi, pengoperasian kabel laut Pukpuk menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan konektivitas digital antara Indonesia dan Papua Nugini, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi digital dan pertukaran informasi di kawasan Pasifik.(Epen)


Posting Komentar

0 Komentar