Jayapura, Papua Terbit, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Jayapura menyiapkan delapan kapal penumpang untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim libur sekolah bulan Juni hingga Juli 2026.
Kepala Cabang PT PELNI Jayapura, Daulat Apul Gervasius Naibaho, mengatakan seluruh armada telah dipersiapkan untuk memastikan pelayanan transportasi laut tetap berjalan lancar selama masa liburan sekolah, libur keagamaan, dan meningkatnya mobilitas masyarakat di Papua.
“Antisipasi penumpang libur sekolah,kami perkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang. Untuk itu, delapan kapal telah kami siapkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” kata Daulat dalam konferensi pers bersama awak media di Jayapura, Rabu (3/6/2026).
Daulat menjelaskan, kesiapan armada tidak hanya mencakup kondisi teknis kapal, tetapi juga fasilitas pendukung serta alat keselamatan yang wajib tersedia selama pelayaran. PELNI juga melakukan koordinasi dengan regulator dan otoritas pelabuhan untuk memastikan seluruh kapal memenuhi standar keselamatan dan keamanan pelayaran.
Ia menegaskan, pemeriksaan kapal atau ramp check dilakukan secara berkala, termasuk pemeriksaan mesin dan fasilitas keselamatan sebelum kapal beroperasi.
“Kita harus memastikan kondisi alat produksi berfungsi dengan baik semuanya. Pemeriksaan mesin dan alat keselamatan juga diawasi regulator,” ujarnya.
Selain kesiapan armada, PELNI menyiapkan kebutuhan logistik di atas kapal seperti bahan bakar minyak, makanan, minuman, dan ketersediaan air bersih selama pelayaran.
Daulat mengatakan jadwal docking kapal diatur secara bertahap agar pelayanan tetap berjalan normal selama musim angkutan liburan.
“Misalnya sekarang KM Sinabung rencana masuk docking, tetapi sebelumnya KM Dobonsolo sudah keluar docking. Jadi pelayanan tetap berjalan,” katanya.
Saat ini PELNI Jayapura mengoperasikan enam kapal penumpang utama, yakni KM Labobar, KM Gunung Dempo, KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Ciremai, dan KM Tidar. Selain itu, terdapat tiga kapal perintis tol laut yang melayani wilayah terpencil di Papua, yaitu Sabuk Nusantara 58, Sabuk Nusantara 81, dan Sabuk Nusantara 100.
Menurut Daulat, arus penumpang dari Jayapura sejauh ini didominasi tujuan Serui, Biak, dan Nabire. PELNI juga mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode puncak liburan sekolah.
Ia menyebut tren penumpang mulai meningkat sejak Mei 2026 setelah sebelumnya mengalami penurunan hampir lima persen pada April 2026. Memasuki Juni, permintaan tiket kembali meningkat seiring dimulainya masa libur sekolah.
“Sudah ada sejumlah rombongan gereja dan wisata rohani yang memesan tiket jauh hari sebelumnya. Itu menunjukkan akan terjadi peningkatan penumpang,” ujarnya.
Berdasarkan data PELNI Jayapura, rata-rata jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Jayapura dalam beberapa bulan terakhir berkisar antara 1.000 hingga 1.300 orang per keberangkatan. Sebagian besar penumpang menggunakan kelas ekonomi.
“Kalau dari 1.300 penumpang, sekitar 1.250 itu penumpang ekonomi. Penumpang kelas hanya sekitar 50 orang,” kata Daulat.
PELNI juga mengantisipasi kemungkinan adanya dispensasi tambahan kapasitas penumpang pada masa peak season. Namun, menurut Daulat, kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan penumpang, terutama penggunaan fasilitas umum di kapal.
“Kalau kapal dengan kapasitas normal 1.900 penumpang harus memuat sampai 2.900 orang karena dispensasi, tentu kenyamanan berkurang, misalnya penggunaan kamar mandi. Tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Daulat menambahkan pengawasan terhadap barang bawaan penumpang juga diperketat untuk menjaga keamanan selama pelayaran. Penumpang diingatkan agar tidak membawa minuman keras, senjata tajam, senjata api, maupun obat-obatan terlarang ke atas kapal.(Epen)
“Di dalam tiket sebenarnya sudah jelas apa yang boleh dan tidak boleh dibawa penumpang. Kami berharap seluruh penumpang mematuhi aturan sehingga perjalanan berlangsung aman dan nyaman,” katanya.
PELNI optimistis kesiapan armada yang beroperasi dari dan menuju Papua dapat memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat sekaligus menjaga konektivitas antardaerah selama musim libur sekolah 2026.

0 Komentar