Jayapura, Papi Terbit, - Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Papua mengecam keras tindakan Pengurus Besar ABTI yang tidak mengikutsertakan maupun mengundang Pengprov ABTI Papua dalam Musyawarah Nasional yang rencananya digelar di Pontianak pada 25 Juli 2026.
Sekretaris Pengprov ABTI Papua, *Joice Singal*, menilai sikap PB ABTI tersebut mencederai sejarah cabang olahraga bola tangan di Indonesia.
"Papua memiliki catatan sejarah penting bagi bola tangan nasional. Bola tangan pertama kali masuk sebagai nomor resmi dalam Pekan Olahraga Nasional saat PON dilaksanakan di Timika, Papua," ujar Joice.
"Kita ini Indonesia. Apakah Ketua PB ABTI, Zulfidar, tidak melihat sejarah bahwa bola tangan masuk PON pertama kali di Papua?" tegasnya.
Menurut Joice, perlakuan PB ABTI tidak dapat dibiarkan. Jelang pelaksanaan Munas, tata kelola organisasi dinilai semakin tidak jelas.
"Olahraga harus bersih. Tidak boleh ada aroma tidak sedap jika kita ingin berprestasi," lanjutnya.
Pengprov ABTI Papua mengaku selama ini telah berupaya berkomunikasi dengan PB ABTI untuk membenahi tata kelola organisasi. Namun komunikasi tersebut tidak ditindaklanjuti dan terkesan diabaikan.
"Kesannya habis manis sepah dibuang," ujarnya.
Joice tercatat sebagai anggota bidang Organisasi PB ABTI Sebagai langkah selanjutnya, Pengprov ABTI Papua akan segera mengirimkan surat resmi kepada KONI Pusat agar mengetahui kondisi tata kelola organisasi bola tangan di tingkat pusat yang dinilai tidak berjalan baik.(Redaksi)



0 Komentar