Jayapura,Papua Terbit,- Antusiasme masyarakat di sekitar Kotaraja maupun Abepura terlihat membludak dalam kegiatan pasar murah dengan Slogan "PASTI MANTAP"yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua sinergi dengan BNI Jayapura dalam rangka memperingati Hari Pengayoman ke-81 dan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 tahun 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Papua,Anthonius Ayorbaba mengatakan tingginya antusiasme masyarakat membuat pihaknya berkoordinasi dengan para penyedia untuk menambah stok hingga kegiatan berakhir pada sore hari.
Lanjutnya, sejumlah kebutuhan pokok seperti telur, minyak goreng, ayam, dan beras laris dibeli masyarakat. Bahkan, beberapa komoditas dilaporkan habis hanya dalam waktu sekitar satu setengah jam sejak pasar murah dibuka pukul 10.00 WIT.
"Antusias masyarakat sangat tinggi, beberapa produk kebutuhan masyarakat seperti telur, minyak goreng, ayam dan beras dari durasi waktu kita buka jam 10 sampai mendekati setengah 12 sudah habis,” ujarnya.
Ayorbaba menjelaskan, untuk memenuhi permintaan warga, stok ayam kembali ditambah satu boks dan akan disiapkan tambahan berikutnya apabila kembali habis. Penambahan stok minyak goreng dan telur juga sedang diupayakan.
Sementara untuk penambahan beras,tutur Anthonius mekanismenya,beras yang sudah di ambil 280, beras tersebut harus di lunasi dahulu,
"Dan untuk beras premium sudah habis.Kami menyiapkan tambahan sekitar 200 kilogram untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat hingga siang dan sore hari. Penambahan tersebut dilakukan setelah proses administrasi dan pelunasan pengadaan sebelumnya diselesaikan,"ujarnya
Menurutnya,pasar murah ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta sejumlah pihak yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kemenkum Papua bersama sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog, BNI, Dinas Pangan, dan Dinas Pertanian.
Selain harga yang terjangkau, masyarakat juga mendapatkan keuntungan dari transaksi QRIS non-tunai melalui layanan BNI yang memberikan potongan sebesar Rp10 ribu.
Menurut Kakanwil Kemenkum Papua, kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha dapat menjadi salah satu cara membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi.
"Efisiensi boleh terjadi, tetapi kalau dengan kolaborasi saya pikir kita bisa menolong masyarakat,"katanya.
Ia berharap konsep pasar murah tersebut tidak berhenti pada momentum Hari Pengayoman, tetapi dapat dikembangkan dalam beberapa skema program pelayanan masyarakat pada tahun mendatang.
Kegiatan pasar murah juga dinilai memberikan dampak sosial dan ekonomi. Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Kegiatan pasar murah tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Pengayoman ke-81. Kementerian Hukum Papua berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat kehadiran negara dalam memberikan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain sektor ekonomi, Kemenkum Papua juga mendorong peningkatan kepastian hukum bagi pelaku usaha, termasuk melalui perlindungan hukum terhadap produk dan usaha masyarakat melalui layanan kekayaan intelektual.
Ia menambahkan,dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap kegiatan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua.(Epen )




0 Komentar