Himbauan

Himbauan
Mengibarkan Bendera Merah Putih

Pelantikan PD Perpamsi Papua 2026–2030: Dorong Transformasi BUMD Air Minum untuk Atasi Tantangan Geografis

 

Jayapura, Papua Terbit,-Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD Perpamsi) Papua periode 2026–2030 resmi dilantik dalam rangkaian Musyawarah Antar Perusahaan Air Minum Daerah (MAPAMDA) yang digelar di Kota Jayapura, Sabtu (1/8).

Pelantikan menjadi langkah awal memperkuat komitmen transformasi BUMD air minum di Tanah Papua agar mampu meningkatkan pelayanan dan menghadapi tantangan pengelolaan air minum di masa depan. Kegiatan juga diisi dengan uji kompetensi Diklat Air Minum Tingkat Madya berbasis kompetensi yang diikuti 28 peserta.

Ketua Umum Perpamsi, Teddy Setiabudi, mengatakan momentum pelantikan harus menjadi titik perubahan bagi BUMD air minum di Papua untuk melakukan transformasi menyeluruh. Menurut Teddy, Papua memiliki potensi sumber air baku yang sangat besar dibandingkan wilayah lain di Indonesia, dan potensi tersebut harus dikelola untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Papua memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa, termasuk sumber air baku yang melimpah. Potensi ini harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,”ungkap Teddy.

Teddy menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah sebagai kunci keberhasilan transformasi. Ia menilai model pengelolaan air minum di Kota Jayapura dapat menjadi contoh karena dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Program transformasi yang didorong meliputi penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas SDM, serta kerja sama antarpemangku kepentingan.

Menurut Teddy, transformasi harus mencakup seluruh aspek operasional, mulai dari pengelolaan sumber air baku, instalasi pengolahan, distribusi, hingga pelayanan pelanggan. Penerapan good corporate governance (GCG) juga menjadi fokus agar pengelolaan perusahaan lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan. Perpamsi juga mendukung rencana menjadikan Jayapura sebagai salah satu pusat pelatihan (training center) pengembangan SDM bidang air minum di Tanah Papua.

Sementara itu Ketua PD Perpamsi Papua, Entis Sutisna, menyatakan rasa syukur atas kesehatan yang memungkinkan terselenggaranya acara dan menyoroti tantangan besar di sektor air minum Papua. 

Etis mengungkapkan hambatan geografis akibat pemukiman yang tersebar serta keterbatasan kemampuan finansial yang menghambat investasi. 

“Rata-rata pelanggan kami hanya sekitar 5.000 rumah, kecuali Jayapura yang mendekati 40 ribu. Ini menjadi tantangan tersendiri,”kata Etis. 

Entis juga menyinggung lemahnya perhatian beberapa pemerintah daerah terhadap kelembagaan PDAM, termasuk banyaknya yang masih berstatus pelaksana tugas (PLT) sehingga operasional tidak optimal.

Ia berharap dukungan pengurus pusat Perpamsi, khususnya dalam peningkatan SDM, agar pelayanan air minum di Papua dapat maju. Entis memberikan apresiasi kepada Ketua Umum Perpamsi dan jajaran direksi yang hadir langsung di Papua. 

“Kalau pakai anggaran kami, rasanya tidak mampu. Tapi Alhamdulillah, dengan semangat membantu Papua, beliau hadir bersama tim. Ini pengorbanan luar biasa,”pungkas Entis

Posting Komentar

0 Komentar