Profil Jejak H. Mustang Merintis dari Sopir Taxi Menjadi Pengusaha Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja

 


Jayapura,Papua Terbit,- Langkah jejak perjalanan hidup H. Mustang, memiliki tekad berdoa,bekerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang dapat membuka jalan menuju kesuksesan. Mengawali karier sebagai sopir taksi setelah tiba di Jayapura pada 2004, Mustang kini dikenal sebagai pengusaha yang berprofesi sebagai sopir taxi, rental kendaraan sekaligus menjalankan tugas sebagai anggota DPRK Jayapura periode 2024-2029 mendatang.

Bagi Mustang, kesuksesan bukan sekadar tentang mengumpulkan uang atau membangun usaha. Lebih dari itu, ia ingin menciptakan lapangan kerja agar semakin banyak orang mendapatkan kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pria kelahiran Bakiling, 4 Maret 1969, ini mengawali kehidupannya di Jayapura dengan penuh perjuangan. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Papua kota jayapura pada 2004, ia mengaku masih memiliki utang hingga ratusan juta rupiah.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus melunasi utang tersebut, Mustang bekerja sebagai sopir taksi selama kurang lebih tiga bulan. Setelah itu, ia beralih menjadi sopir rental mobil dengan sistem setoran menggunakan kendaraan milik orang lain.

Selama kurang lebih tiga tahun menjalani pekerjaan tersebut, Mustang terus berusaha memperbaiki kondisi ekonominya. Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil ketika pada 2007 ia kembali ke kampung halaman untuk menyelesaikan seluruh utangnya.

Setelah menyelesaikan kewajiban tersebut, ia kembali ke Jayapura untuk melanjutkan usaha rental mobil yang telah dirintisnya.

Merintis Perusahaan dari Usaha Rental Mobil

Perjalanan Mustang mulai memasuki babak baru pada 2009. Selain tetap menjalankan usaha rental mobil, ia memberanikan diri mendirikan perusahaan bernama CV Akbar Papua.

Melalui perusahaan tersebut, Mustang mulai mencari peluang pekerjaan di berbagai instansi. Ia memanfaatkan pengalaman dan jaringan yang dibangunnya selama menjalankan usaha rental mobil untuk mengembangkan bisnisnya.

Seiring waktu, kesempatan demi kesempatan mulai terbuka. Mustang mendapatkan pekerjaan pertama yang menjadi langganan kami dari  lingkungan pemerintahan daerah Kabupaten Mamberamo.

Sampai 2013 Mustang naik ke tanah suci mekkah 

Setelah balik dari tanah suci 2013 lalu,mustang mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan fasilitas perkantoran DPRD Kota Jayapura saat itu.

Pada 2016, ia mulai memperoleh pekerjaan dari PT PLN. Awalnya, pekerjaan yang dipercayakan kepadanya masih berskala kecil. Namun, ia terus menunjukkan kemampuan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan.

Kepercayaan tersebut kemudian berkembang. Pada periode 2016–2017, Mustang mulai menangani pekerjaan dengan skala lebih besar, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan persiapan kegiatan kunjungan Presiden Joko Widodo di Papua.

Menurut Mustang, pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan usahanya. Ia merasa bersyukur karena mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik sehingga mendapatkan kepercayaan untuk menangani pekerjaan berikutnya.

Peluang pekerjaan yang terus berkembang, termasuk di lingkungan PLN, turut mendorong pertumbuhan usahanya. Dari seorang sopir rental, ia perlahan membangun perusahaan yang mampu mempekerjakan banyak orang.

Tidak Mengejar Keuntungan Semata

Di balik perkembangan usahanya, Mustang memiliki prinsip yang terus dipegang hingga sekarang. Ia mengaku tidak pernah merasa cukup jika hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pribadi tanpa memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurutnya, keinginan untuk menciptakan lapangan kerja menjadi salah satu motivasi terbesarnya dalam menjalankan usaha.

"Kalau saya hanya mau sederhana, menjadi sopir rental saja sebenarnya sudah cukup kalau hanya untuk mencari uang. Tetapi, bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja, itu yang selalu muncul dalam pikiran saya," ungkapnya.

Mustang menyebut, melalui pekerjaan yang ditanganinya, ia telah mempekerjakan sekitar 300 orang dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaannya di PLN.

Baginya, keberhasilan usaha tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari berapa banyak orang yang bisa mendapatkan pekerjaan.

Ia bahkan mengaku lebih senang memperoleh keuntungan yang tidak terlalu besar, asalkan pekerjaan tersebut tetap memberikan kesempatan kepada orang lain untuk bekerja.

"Saya lebih senang mendapatkan uang sedikit, tetapi bisa menciptakan lapangan kerja. Saya merasa puas ketika bisa mempekerjakan orang," katanya.

Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Mustang dalam membangun usaha. Ia ingin bisnis yang dijalankannya tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

"Memasuki Dunia Politik"

Di tengah kesibukannya mengembangkan usaha, Mustang mulai terlibat dalam dunia politik pada 2021 melalui PDI Perjuangan. Pada tahun yang sama, ia juga melanjutkan pendidikan tinggi uningrat strata satu(S1) untuk memperkuat kapasitas dirinya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upayanya mengembangkan diri, setelah bertahun-tahun berjuang membangun usaha dari bawah.

Pada Pemilu 2024, Mustang maju sebagai calon anggota DPR Kota Jayapura dan berhasil terpilih. Sejak itu, ia menjalankan peran sebagai wakil rakyat, di samping tetap memiliki perhatian terhadap pengembangan usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Pada 2024, ia juga terpilih memimpin organisasi PORDI tingkat Kota Jayapura. Dalam perkembangan berikutnya, Mustang kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Jayapura.

Baginya, perjalanan dari sopir taksi hingga menjadi anggota DPR merupakan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Ia menyadari bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras, kesempatan, kepercayaan orang lain, dan pertolongan Tuhan dalam setiap tahap kehidupannya.

Menyiapkan Tenaga Kerja Profesional Orang Asli Papua

Kini, setelah memperoleh pengalaman dalam dunia usaha dan politik, Mustang ingin mendorong lebih banyak anak muda Papua agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia menilai, orang asli Papua memiliki potensi besar. Namun, potensi tersebut perlu didukung pendidikan keterampilan, pelatihan, pembinaan, dan sertifikasi kompetensi agar mereka mampu bersaing serta mendapatkan pekerjaan yang layak.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bukan semata-mata persoalan kemampuan, melainkan bagaimana memberikan akses dan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan keahlian profesional.

"Saya ingin bagaimana orang Papua ini bisa dibina supaya menjadi tenaga profesional dan bisa bekerja. Orang Papua sebenarnya sangat potensial. Mereka punya kemampuan, tetapi perlu dibina agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan," ujarnya.

Sebagai Ketua KADIN Kota Jayapura, Mustang mengungkapkan rencananya menjalin kerja sama dengan perusahaan alat berat, termasuk Komatsu, untuk membuka kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak asli Papua.

Program yang ingin didorong tersebut diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis, khususnya di bidang pengoperasian kendaraan dan alat berat.

Ia menegaskan, kemampuan mengoperasikan kendaraan atau alat berat saja belum cukup. Tenaga kerja juga perlu memiliki sertifikat dan lisensi kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaannya.

Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan lebih mudah memenuhi persyaratan perusahaan dan memperoleh kesempatan bekerja di berbagai sektor industri.

"Kita harus mendidik mereka supaya menjadi profesional. Bukan hanya bisa mengoperasikan kendaraan, tetapi juga harus memiliki sertifikat dan kompetensi. Dengan begitu, ketika masuk ke perusahaan, mereka sudah memiliki kualifikasi yang dibutuhkan," jelasnya.

Mustang berharap, rencana tersebut dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas akses pekerjaan bagi orang asli Papua, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.

Mengutamakan Keikhlasan dan Kemanusiaan.

Di balik perjalanan bisnisnya, Mustang juga menyimpan pengalaman pribadi yang memperlihatkan sisi kemanusiaan dalam dirinya.

Ia menceritakan, ketika masih menjalankan usaha rental mobil, dirinya pernah menghadapi pelanggan yang mengalami kecelakaan hingga merusak kendaraan yang disewa.

Berbeda dengan anggapan bahwa pemilik kendaraan akan langsung marah, Mustang memilih menghadapi kejadian tersebut dengan tenang. Baginya, risiko merupakan bagian dari usaha yang harus disikapi dengan bijaksana.

Ia juga pernah membantu seorang pria yang sedang bertengkar dengan istrinya dalam kondisi mabuk. Ketika orang lain enggan memberikan bantuan, Mustang justru membawa pria tersebut ke tempat tinggalnya.

Ia membantu pria itu membersihkan diri, memberikan makanan, dan memintanya beristirahat hingga kondisinya membaik. Belakangan, ia mengetahui bahwa pria tersebut merupakan seorang anggota DPR.

Pengalaman itu menjadi salah satu kenangan yang membekas baginya. Mustang mengaku bersyukur karena dapat membantu seseorang yang sedang menghadapi persoalan pribadi dan mendorongnya untuk kembali berdamai dengan keluarganya.

Dari berbagai pengalaman tersebut, Mustang semakin meyakini bahwa menjalankan usaha bukan hanya soal perhitungan keuntungan dan kerugian, melainkan juga tentang kepercayaan, keikhlasan, dan hubungan baik dengan sesama.

Ia percaya bahwa memperlakukan orang lain dengan baik merupakan bagian dari nilai yang perlu dijaga dalam kehidupan maupun dunia usaha.

Kesuksesan Harus Membuka Jalan bagi Orang Lain.


Bagi Mustang, perjalanan hidupnya dari Bakiling hingga menjadi pengusaha dan anggota DPR Kota Jayapura memberikan pelajaran bahwa keadaan masa lalu tidak harus menjadi batas bagi masa depan seseorang.

Ia ingin pengalamannya menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak Papua, agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang selama mau bekerja keras, terus belajar, dan berani mengambil peluang.

Namun, ia juga menekankan bahwa keberhasilan seharusnya tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Kesuksesan perlu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Prinsip itulah yang ingin terus dijalankannya melalui usaha, peran di lembaga legislatif, dan kepemimpinannya di KADIN Kota Jayapura 2026

"Yang selalu saya pikirkan adalah bagaimana caranya menciptakan lapangan kerja. Saya merasa senang ketika bisa mempekerjakan orang. Itu yang ingin terus saya lakukan," tuturnya.

Dari seorang sopir taksi pada 2004 hingga menjadi pengusaha dan wakil rakyat, Mustang ingin membuktikan bahwa perjuangan hidup dapat menjadi jalan untuk membuka kesempatan bagi orang lain.

Baginya, kesuksesan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga tentang berapa banyak orang yang dapat ikut maju bersama dirinya.(Epen)

Posting Komentar

0 Komentar