Jayapura,Papua Terbit- Ibadah Natal Persekutuan Oikumene di Lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua, Kanwil Ditjen Imigrasi Papua, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Papua, Kanwil Kementerian HAM Papua Barat Wilayah Kerja Papua di Aula Utama Kanwil Kemenkum Papua di Jalan Raya Abepura, Kota Jayapura, Selasa, (6 /1/26)
Pelayan firman pastor Pelayan Firman, Pastor John Bunay, Pr, dengan mengusung Tema nasional ‘Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga’ yang terdapat di dalam Injil Matius 1:21-24 dan Sub Tema ‘Melalui Natal Persekutuan Oikumene, Kita Wujudkan Kepedulian dan Tingkatkan Pelayanan Bagi Masyarakat di Tanah Papua’.
Kakanwil Kemenkum Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba menyampaikan komitmen untuk melakukan hal-hal yang baru, inovasi yang baru, dan juga lompatan-lompatan kinerja yang baru di tahun 2026.
Komitmen tersebut, kata ayorbaba Kementerian Hukum juga hadir untuk melakukan beberapa bentuk wujud kepedulian yang bisa dilakukan dalam bentuk layanan masyarakat.
"Kami tetap konsisten untuk tidak mempersulit masyarakat, tidak juga melakukan pungutan liar, dan kita siap untuk melayani masyarakat jika dimintakan untuk hadir di kepentingan dan kegiatan-kegiatan dari masyarakat."ujarnya
Ia juga menyampaikan dua pesan natal untuk para pegawai di kantor wilayah kementerian hukum.
“Dua hal utama, yaitu untuk merefleksikan Natal tahun ini adalah doa dan kepedulian kepada sesama,” ujar dia.
Ayorbaba mengingatkan agar setiap orang selalu berdoa sebagai cara untuk tetap terhubung dengan Sumber Kehidupan, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Menurutnya, hanya melalui doa seseorang bisa mendapatkan ketenangan dan kedamaian di tengah tantangan hidup yang semakin sulit.
“Yang kedua kepedulian kepada sesama. Allah peduli pada manusia, maka manusia pun harus peduli pada sesama. Kepedulian ini bukan sekadar kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan iman,” tegas Ayorbaba.
Ia mengingatkan tentang masa jabatannya yang cukup panjang di Tanah Papua. Saat ini, ia memasuki tahun keenam sebagai Kakanwil Papua, dan jika ditotal dengan masa jabatan di Papua Barat, maka ia telah mengabdi selama hampir 8 tahun lebih.
Ayorbaba mengungkapkan transformasi dirinya dari menjadi Kakanwil termuda se-Indonesia pada tahun 2018, hingga kini menjadi salah satu Kakanwil paling senior.
“Motivasi utamanya saya tetaplah untuk membawa Papua menjadi lebih baik dan maju ke depan,” ungkapnya.
Ketua Panitia Natal, Victor Lucky Maturbongs dalam laporannya menyampaikan bahwa dasar pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada program kerja Persekutuan Oikumene Tahun 2025 dan keputusan Ketua Oikumene yang ditetapkan pada November 2025.
Ia menekankan bahwa perayaan Natal bukan sekadar seremonial, melainkan bertujuan untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus dan mempererat tali persaudaraan di antara seluruh pegawai di lingkungan Kemenkumham wilayah Papua.
Sejalan dengan Sub Tema Natal yang mengusung nilai kepedulian, panitia mengawali rangkaian kegiatan dengan aksi kunjungan kasih atau anjang sana ke Yayasan Humania di Polimak.
Dalam kunjungan tersebut, persekutuan menyalurkan bantuan berupa satu set sound system dan paket sembako sebagai bentuk nyata dari kasih dan kepedulian sosial kepada sesama.
“Keberhasilan perayaan ini tidak lepas dari gotong royong seluruh elemen kantor. Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari sumbangan sukarela para pegawai,” sebut Maturbongs.
Selanjutnya, Ketua Persekutuan Oikumene Kemenkum Papua, Ruben Konstan Samai menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai satu keluarga besar di tengah perubahan struktur organisasi kementerian.
“Semangat kebersamaan di Papua tidak boleh goyah. Kita semua hadir di tempat ini karena kita adalah satu keluarga. Meskipun kita berbeda dalam tugas-tugas, tetapi dalam persekutuan kita masih tetap menjadi satu," ucap dia.
Menyambut tahun yang baru, Samai mengajak seluruh anggota Persekutuan Oikumene di Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk kembali aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan rutin. Beberapa agenda yang ditekankan antara lain adalah kunjungan ke panti asuhan dan pengaktifan kembali jadwal ibadah rutin persekutuan.
“Damai Natal dapat dirasakan hingga ke keluarga masing-masing pegawai,” harapnya.(Epen Ketaren)


0 Komentar