Musker PMI Kota Jayapura Bahas Evaluasi Program 10 Tahun

 


Jayapura, Papua Terbit – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menggelar Musyawarah Kerja (Musker) Tahun 2026 guna menetapkan garis kerja organisasi untuk 10 tahun ke depan sekaligus mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya.

Wakil Walikota Jayapura yang juga Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan apresiasi kepada jajaran PMI atas dedikasi dalam menjalankan misi kemanusiaan di Kota Jayapura.

Dikatakan, PMI selama ini berperan aktif dalam penanganan kemanusiaan, penanggulangan bencana, pelayanan sosial kemasyarakatan, pelayanan donor darah, hingga penguatan kemitraan dan sumber daya manusia.

Ia menyoroti ketersediaan  pemenuhan kebutuhan stok darah bagi masyarakat di rumah sakit masih sangat minim.

" Stok kantong darah yang di butuhkan 1500-1600 perbulan,"kita supply di rumah sakit sebanyak 10 kantong darah untuk masing masing delapan rumah sakit di Kota Jayapura, dan 10 lagi kami supplay ke arso Kabupaten Keerom,"

Jumlah kantong darah per hari 30 sampai 50 per hari.sementara untuk Rumah sakit membutuhkan dara 1500 sampai 1600 kantong darah perbulan "kalau dibagi 30 berarti rata-rata 30 sampai 50 sampai hari ini,"ungkapnya


Rustan menjelaskan PMI Kota Jayapura mencari stok kantong darah selalu berkolaborasi dengan berbagai instansi, lembaga, perguruan tinggi, komunitas paguyuban, hingga tokoh keagamaan guna memastikan ketersediaan stok darah tetap terjaga di rumah sakit baik di tingkat kota jayapura maupun kabupaten Keerom.

Selain itu, melalui Musyawarah kerja pemerintah kota Jayapura juga mendorong PMI untuk meningkatkan pembinaan dan pendidikan bagi relawan serta Palang Merah Remaja (PMR) di tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

“Perlu dibangun komunikasi dan sinergi antara sekolah dan PMI Kota Jayapura, sehingga anak-anak kita sejak dini memiliki rasa simpati, empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Dengan penguatan pendidikan karakter dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan, diharapkan para pelajar mampu berperan aktif dalam penanggulangan bencana maupun aksi sosial, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Rustan Saru  berharap program-program yang dihasilkan dalam Musker 2026 dapat bersinergi dengan kebijakan pemerintah daerah, sehingga setiap keputusan benar-benar memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.(Alex)

Posting Komentar

0 Komentar