Pemprov Siapkan SDM RSUD Dok II Khusus Pendidikan Dokter Spesialis di Papua

 


Jayapura, Papua Terbit,- Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan Sumber Daya Manusia(SDM) khusus untuk mendukung RSUD Dok II Jayapura sebagai pusat pendidikan dokter spesialis guna menjawab kebutuhan kekurangan  tenaga medis di Tanah Papua.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Dok II Jayapura, dr. Andreas Pekey,  mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya negara dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan layanan kesehatan.

“Negara ini punya tujuan untuk menyejahterakan bangsa. Memperhatikan kesehatan masyarakat itu merupakan salah satu nilai dari mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyejahterakan bangsa,” ujarnya,di aula sekda kantor gubernur Papua,Jumat(13/2/26)

Menurut Andreas, tantangan persoalan utama yang di hadapi di wilayah Papua yaitu  pelayanan kesehatan dimana keterbatasan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis.

 Ia mencontohkan sejumlah kasus yang sempat viral di media, meninggalnya pasien yang dipicu tidak tersedianya dokter kandungan atau dokter anestesi di rumah sakit tertentu, ketika dokter yang ada sedang cuti dan tidak memiliki tenaga cadangan.

“Kalau di pusat kota provinsi saja masih ada kekurangan, apalagi di daerah-daerah pelosok seperti Mamberamo, Waropen, maupun wilayah pegunungan yang masih sangat terbatas,” katanya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah membuka jalur pendidikan dokter spesialis melalui dua skema, yakni berbasis universitas (university-based) dan berbasis rumah sakit (hospital-based). Program university-based berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi,Kemenristekdikti sementara hospital-based merupakan program dari Kementerian Kesehatan.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah melibatkan rumah sakit milik daerah sebagai wahana pendidikan, termasuk RSUD Dok II dan RS Abepura. Namun, untuk sementara pendidikan dokter umum akan secara bertahap dialihkan ke RS Abepura, seiring penguatan kapasitas rumah sakit tersebut.

Sementara itu, pemerintah provinsi Papua akan memfokuskan RSUD Dok II pada pembukaan program pendidikan dokter spesialis. 

"Tahap awal, terdapat lima program prioritas yang disiapkan, yakni spesialis anestesi, bedah, kandungan, anak, dan penyakit dalam,"tegasnya

Andreas menjelaskan, program pendidikan dokter spesialis anestesi akan menjadi yang pertama dibuka oleh Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Ia membandingkan, sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Hasanuddin telah lebih dulu memiliki berbagai program spesialisasi.

“Kita baru mulai dari satu. Kalau kita tidak mulai dari satu, yang kedua dan ketiga tidak akan ada. Mudah-mudahan kalau tahun ini mulai, empat sampai lima tahun ke depan kita sudah bisa menghasilkan dokter spesialis sendiri untuk mengisi kekosongan,” ujarnya.

Ia berharap, dokter-dokter spesialis yang dihasilkan nantinya berasal dari putra-putri asli Papua sehingga setelah lulus dapat kembali ke daerah masing-masing untuk melayani masyarakat, termasuk di kabupaten-kabupaten yang selama ini masih kekurangan tenaga medis.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kesehatan daerah sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan yang merata di seluruh Papua.(Epen Ketaren)

Posting Komentar

0 Komentar