Tutup Sinode Keuskupan Dengan 6 Misi,Uskup Serukan Umat Keluar dari Zona Nyaman

Sentani, Papua Terbit,- Selama 15 tahun gelar Sinode Keuskupan Jayapura yang berlangsung  2–8 Februari 2026 resmi ditutup dengan penetapan enam misi baru pastoral sebagai arah pelayanan Gereja Katolik ke depan,berlangsung di Istora Papua Bangkit,minggu(8/2/26)

Sinode ini menjadi momentum refleksi besar perjalanan gereja sekaligus wadah mendengarkan suara umat  mulai dari akar rumput, dari paroki, maupun dekenat, hingga tingkat keuskupan.

Uskup Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, menegaskan  bahwa saatnya  umat untuk keluar dari zona nyaman dan tidak hanya terfokus pada kegiatan internal gereja.

"Kita selama ini selalu banyak terkurung hingga dalam gereja sendiri,kita sibuk dengan upacara perayaan kegiatan-kegiatan gereja sendiri bukan tidak baik, itu baik untuk membina kekuatan iman kita ke persekutuan kita,,"ucapnya

Di katakan, kegiatan liturgi dan perayaan gereja selama ini penting untuk membangun iman dan persekutuan. Namun, umat juga dipanggil untuk keluar, melayani masyarakat, dan sebagai lilin yang menerangi kegelapan  di tengah masyarakat.

“Kita diutus menjadi lilin-lilin yang menyala di tengah kegelapan. Dengan kekuatan iman dan persekutuan, kita harus hadir di tengah masyarakat sebagai karya Tuhan,” ujarnya.

Uskup Yanuarius menjelaskan, hasil rumusan sinode menetapkan enam misi utama. Gereja dipanggil menjadi gereja yang misioner di tengah masyarakat Papua.

 "Gereja yang misioner di tengah masyarakat Papua dengan keterlibatan aktif dalam pembangunan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan pelayanan kemanusiaan.

Selain itu,misi gereja didorong semakin solider dan terlibat dalam kehidupan masyarakat.

"Semakin solider pada kaum kecil, miskin,penyandang disabilitas, serta mereka yang mengalami ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Gereja juga komitmen menjaga tanah dan hutan Papua sebagai anugerah Tuhan.

Misi selanjutnya, kata Yanuarius, bagaimana menata persekutuan dalam keluarga dan di tengah masyarakat.

"Gereja Katolik juga menyadari bahwa dalam melaksanakan tugas yang berat di tengah-tengah masyarakat sangat perlu membangun persekutuan yang kuat baik dalam keluarga, komunitas basis ( Kombas,)dalam paroki, keuskupan dan juga persekutuan dalam kelompok-kelompok yang berdasarkan budaya terutama persekutuan yang khas Papua,"ujarnya lagi

Di sisi lain, melaksanakan misi karya pelayanan gereja dan tata kelola keuangan yang baik, transparan, dan bertanggung jawab guna menunjang karya misi pelayanan.

"Dalam bidang pelayanan, gereja berkomitmen mempersiapkan sumber daya manusia pastoral, baik imam, biarawan-biarawati, maupun kaum awam, agar pelayanan semakin optimal.

Lanjut, Yanuarius, gereja misioner  yang siap diutus bekerja di tengah masyarakat, Yanuarius mengajak anggota gereja partisipatif dalam pelayanan bukan sebagai penonton

"Anggota Gereja di ajak partisipatif bukan menjadi penonton, tidak menjadi liar-liar atau tidak asal-asal  nama Katolik tetapi menjadi Katolik berarti mau mengambil bagian mau aktif mau bertanggung jawab dalam tugas gereja maupun juga tugas masyarakat,tegasnya

Ketua Panitia Pelaksana Sinode, Elpius Hugi, menyampaikan sinode ini merupakan jawaban Gereja lokal terhadap dinamika dan tantangan zaman di Tanah Papua.

Elpius Hugi mengatakan sebanyak 380 peserta mengikuti perjalanan sinode sejak tanggal 2 hingga 8 Februari 2026, bertujuan sebagai jawaban gereja lokal atas panggilan zaman, dan realisasi pastoral umat di  Papua yang terus berkembang dan berubah menjadi panggilan untuk terus memperbaharui diri agar semakin setia pada jati dirinya.

"Selama penyelenggaraan sinode keuskupan tahun 2026, suara umat dari musyawarah saling keterbukaan dan tanggung jawab untuk bersama-sama merumuskan arah gerak pastoral dengan bertitik tolak pada kebutuhan umat,"Terangnya

Penutupan sinode ini menandai babak baru pelayanan Keuskupan Jayapura sebagai gereja yang misioner, partisipatif, dan hadir membawa terang bagi sesama.(Epen Ketaren)

Posting Komentar

0 Komentar