Pemuda Papua Harus Ubah Mindset, Jangan Hanya Andalkan Jadi ASN

 


Jayapura, Papua Terbit,-Anggota DPD RI, Arianto Kogoya, mengajak generasi muda Papua untuk berani mengubah pola pikir dan tidak lagi bergantung pada cita-cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Menurutnya, peluang ekonomi di Tanah Papua terbuka sangat luas jika dikelola dengan semangat kewirausahaan dan inovasi.

Hal ini disampaikan Arianto saat menjadi narasumber dalam kegiatan Seminar Sehari Gereja GIDI Jemaat Yeriko Yoka-Waena, di Jayapura, Papua, Jumat (20/2/2026)

Arianto menegaskan bahwa pemuda Papua harus berani menjadi pelaku usaha dan menciptakan lapangan kerja sendiri, bukan sekadar menjadi pencari kerja.

Arianto menyoroti semakin terbatasnya lapangan pekerjaan di Papua, sementara jumlah lulusan perguruan tinggi terus meningkat setiap tahun. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi momentum perubahan pola pikir.

"Mahasiswa jangan hanya terpaku ingin menjadi PNS atau terjun ke politik. Peluang di sana sangat terbatas. Kita harus melihat sektor usaha sebagai peluang besar," ujarnya dihadapan para mahasiswa.

Ia mendorong pemuda Papua, untuk aktif membangun usaha secara mandiri dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.

Papua dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, selama ini sebagian besar masih dikelola secara tradisional. Sudah saatnya generasi muda menghadirkan sentuhan teknologi dan manajemen modern," tandasnya. 

Adapun beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar yang dapat dikelolah oleh anak anak mida Papua, antara lain: Pertanian, seperti budidaya sayur, ubi, pisang, dan komoditas lokal dengan teknik yang lebih maju. Perikanan dan peternakan, termasuk usaha ayam petelur yang memiliki pasar luas dan stabil. 

Industri kreatif, dengan pengembangan produk khas Papua seperti noken, gelang, topi, dan pakaian adat agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Pariwisata, dengan pengelolaan destinasi wisata yang profesional sehingga mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat dan daerah. "Jika potensi potensi ini dikelola secara serius, sektor-sektor ini dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Papua kedepan," kata Senator Papua Pegunungan tersebut. 

Arianto juga mendorong pemerintah membuka peluang investasi seluas-luasnya di Papua dengan tetap menjamin keamanan bagi investor.

Namun, ia menekankan pentingnya hilirisasi. Selama ini, banyak bahan mentah dari Papua dikirim keluar daerah untuk diolah. Ke depan, ia berharap proses pengolahan dilakukan di Papua agar nilai tambah dan lapangan kerja dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

"Jangan sampai hasil bumi Papua hanya dikeruk, lalu diolah di luar. Kita harus punya pabrik dan industri pengolahan sendiri di Papua," ujarnya.

Selain itu, Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan kejuruan (SMK) di bidang kesehatan, teknik, dan keterampilan lainnya. Menurutnya, lulusan dengan keahlian spesifik lebih siap bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha sendiri.

"Pendidikan harus melahirkan generasi yang siap pakai dan punya keterampilan nyata," tutup Arianto. (Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar