Wamena, Papua Terbit,-Wakil Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Ronny Elopere, mengeluarkan instruksi tegas terkait penataan kebersihan dan keamanan di pusat kota Wamena, khususnya di kawasan Tugu Salib.
Menurut Wabup Ronny langkah ini diambil akibat maraknya aktivitas perdagangan liar yang memicu gangguan ketertiban umum dan penyakit masyarakat.
Oleh karenanya dia menyoroti keberadaan pedagang kopi keliling (roda tiga), penjual pinang, hingga jagung yang kini menjamur di ikon kota tersebut.
"Kawasan Tugu Salib merupakan simbol religi dan berada tepat di depan Kantor Bupati. Aktivitas jual beli di lokasi ini kami menilai tidak etis dan merusak estetika pemerintahan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (25/2/2026).
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keberadaan pedagang liar ini memicu kerumunan warga yang berujung pada pesta minuman keras (miras) hingga penyalahgunaan ganja.
Pemerintah daerah menyoroti para pedagang liar yang tidak berkontribusi pada pajak daerah namun beraktivitas bebas tanpa izin.
Oleh karena itu kata dia Satpol PP, Polisi Baliem dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) untuk lebih proaktif dan tidak sekadar menunggu perintah atasan.
"Saya minta Satpol PP dan Polisi Balim monitor setiap hari. Jangan tunggu diperintah baru turun. Harus ada rasa memiliki dan dedikasi tinggi terhadap kota ini. Wamena adalah milik kita bersama, maka jaga dengan hati nurani," tegas Ronny Elopere.
Dikatakan kawasan lain yang juga menjadi atensi penertiban meliputi pasar Potikelek, Misi, hingga Sinakma, terutama terkait pemberantasan peredaran miras yang dinilai sangat meresahkan.
Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menghimbau khususnya kepada kaum muda untuk menghentikan aktivitas perdagangan di lokasi-lokasi yang dilarang.
"Penataan ini dilakukan demi mengembalikan fungsi Tugu Salib sebagai tempat yang bersih, sakral, dan berwibawa bagi seluruh masyarakat Jayawijaya,"tutupnya.(Amatus)

0 Komentar