Jayapura, Papua Terbit,-- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua, Klemens Taran, melantik dan mengambil sumpah jabatan 3 pejabat administrator di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua. Kegiatan pelantikan berlangsung di Aula Sasana Krida Bakti Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Jayapura, Jumat (13/3/2026).
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, terkait penataan dan penguatan organisasi di lingkungan Kemenag.
Tiga pejabat yang dilantik yakni Muslimin Yelipele, S.Ag., M. Muzakir A, S.Pd.I., dan Wilhelmus Kolyaan, S.Sos.
Muslimin Yelipele yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bidang Haji dan Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Papua, dilantik sebagai Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 007362/SJ/B.II/KP.07.6/02/2026.
Sementara itu, M. Muzakir A yang sebelumnya bertugas sebagai Pamong Belajar Ahli Muda pada Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua, dilantik sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 007414/SJ/B.II/KP.07.6/02/2026.
Adapun Wilhelmus Kolyaan yang sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat, dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asmat berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 007415/SJ/B.II/KP.07.6/02/2026.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada para pejabat tersebut merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa proses pengangkatan dan pelantikan pejabat tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui proses panjang yang mempertimbangkan rekam jejak, pengalaman kerja, serta kapasitas kepemimpinan.
“Pelantikan ini bukan karena faktor kedekatan ataupun latar belakang tertentu. Semua melalui proses yang melihat perjalanan karier dan kinerja saudara-saudara sekalian. Karena itu, kepercayaan ini harus dijaga dengan pengabdian yang sungguh-sungguh,” ujar Klemens.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan bentuk kepercayaan negara yang harus diimbangi dengan dedikasi tinggi dalam membangun unit kerja masing-masing.
Menurutnya, setelah pelantikan, para pejabat diminta segera kembali ke unit kerja untuk melakukan pemantapan internal serta melanjutkan program-program yang telah berjalan.
“Segera lakukan rapat koordinasi internal di unit kerja masing-masing. Program yang sudah berjalan dengan baik harus dilanjutkan. Namun jika ada kebiasaan atau pola kerja yang menghambat pelayanan, maka perlu dilakukan perubahan,” tegasnya.
Kakanwil juga menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif dalam organisasi, khususnya pada Bidang Pendidikan Islam, Bidang Bimbingan Masyarakat Islam, serta Kantor Kemenag Kabupaten Asmat.
Ia menilai peran ketiga unit tersebut sangat strategis dalam memperkuat pelayanan keagamaan dan pendidikan keagamaan di Provinsi Papua.
Selain itu, Kakanwil menyoroti pentingnya penguatan basis data pada bidang pendidikan Islam dan pelayanan keagamaan. Ia menegaskan bahwa seluruh data terkait madrasah, guru, rumah ibadah, serta kondisi umat harus tersedia secara lengkap dan akurat.
“Ke depan tidak boleh ada lagi madrasah yang tidak tercatat atau guru yang tidak terdata. Semua harus memiliki data yang jelas. Data ini sangat penting karena sering kali Kemenag harus menyampaikan kondisi riil daerah dalam berbagai forum nasional,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kakanwil juga mengingatkan bahwa seluruh program kerja di lingkungan Kemenag harus mengacu pada kebijakan penting kementerian, termasuk penguatan kerukunan umat beragama, pengembangan pendidikan keagamaan, serta implementasi konsep ekoteologi dalam kehidupan beragama.
Dalam arahannya, Kakanwil juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi internal dalam instansi. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu membina seluruh pegawai dengan pendekatan yang bijaksana.
“Dalam sebuah instansi pasti ada dinamika. Ada yang cepat menyesuaikan diri, ada pula yang perlu dibina. Tugas pemimpin adalah membina dan mengarahkan agar seluruh pegawai dapat bekerja secara maksimal,” ujarnya.
Ia bahkan memberikan waktu 6 bulan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk menghadirkan inovasi dan perbaikan kinerja di unit kerja masing-masing.
“Saya memberikan waktu 6 bulan untuk melakukan inovasi di internal. Setelah itu akan dilakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilakukan,” tegasnya.
Kakanwil juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas, termasuk menjaga komunikasi yang responsif terhadap berbagai kebutuhan pelayanan.
“Mulai hari ini, komunikasi dinas harus selalu aktif. Telepon dan pesan terkait pekerjaan harus segera direspons. Ini penting karena banyak informasi yang membutuhkan respon cepat,” katanya.
Di akhir sambutannya, Kakanwil menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik serta berharap mereka dapat membawa perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Papua, saya mengucapkan selamat kepada saudara bertiga atas amanah jabatan yang baru. Mari kita bekerja bersama, menjaga dan membesarkan Kemenag melalui pelayanan terbaik kepada umat,” tutupnya.
Pelantikan tersebut juga dihadiri para pejabat struktural dan fungsional, serta jajaran Tim Kepegawaian dan Hukum di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Papua.(Epen)

0 Komentar